Dua petani sedang merontokkan gabah di lahan pertanian wilayah Mengwi, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Produksi gabah di Kabupaten Badung pada tahun 2025 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan estimasi, produksi gabah Badung tahun 2025 mencapai sekitar 100.926 ton atau setara 57.338 ton beras. Meski menurun, angka tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan beras penduduk Badung yang diperkirakan sekitar 49.441 ton per tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan bahwa data produksi tersebut masih bersifat estimasi sementara. Saat ini, pihaknya masih mengolah data hasil sub round 3 untuk memperoleh angka final.

“Saat ini data hasil sub round 3 sedang diolah, nanum estimasi produksi gabah tahun 2025 sekitar 100.926 ton atau setara beras 57.338 ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, pada Selasa (13/1).

Baca juga:  Finns Recreation Club Tutup Sementara, Ratusan Karyawan Pilih PHK

Jika dibandingkan dengan rata-rata produksi gabah Badung dalam lima tahun terakhir, angka produksi tahun 2025 memang menunjukkan penurunan. Dalam kurun waktu lima tahun, rata-rata produksi gabah Badung mencapai 111.756 ton atau setara 63.430 ton beras, dengan rata-rata kebutuhan beras penduduk sekitar 54.066,84 ton per tahun.

Sementara itu, pada tahun 2024 lalu, produksi gabah Badung tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data, produksi gabah tahun 2024 mencapai 118,4 ribu ton GKG atau setara sekitar 65 ribu ton beras, dengan kebutuhan beras sekitar 47 ribu ton per tahun. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan produksi gabah tahun 2023 yang berada di kisaran 112 ribu ton.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemberian bantuan sarana pertanian, subsidi benih, hingga asuransi pertanian.

Baca juga:  Berstatus Ilegal, Kripto Pi Network Belum Terdaftar

Bupati Adi Arnawa menjelaskan, bantuan sarana pertanian ini sebagai bentuk komitmen dan keberpihakan kepada sektor pertanian yang ada di Badung. Mudah-mudahan dengan bantuan ini akan lebih meringankan beban petani.

“Dengan adanya bantuan asuransi maupun subsidi benih padi, kami berharap biaya produksi petani akan semakin berkurang, pendapatan semakin meningkat serta nilai tukar petani akan semakin meningkat pula. Selain itu dapat menjaga alih fungsi lahan pertanian,” jelasnya.

Selain bantuan langsung ke sektor pertanian, Bupati juga mendorong berbagai bentuk keberpihakan lainnya kepada petani dan keluarganya.

Bupati juga mendorong dari berbagai hal keberpihakan kepada petani. Seperti pemberian beasiswa S1 kepada anak petani serta bantuan bagi masyarakat petani yang berumur diatas 75 tahun keatas, termasuk bantuan 2 juta setiap hari besar keagamaan.

Baca juga:  Tanpa Identitas, 17 Duktang Dipulangkan dari Badung

“Itu semua adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung menberikan bantuan asuransi yang diserahkan berupa program AUTP dengan luas 6.526,36 ha, dimama preminya ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Badung. Ada pula bantuan subsidi benih padi untuk dua kali musim tanam, sebanyak 12.000/kg. Sedangkan, harga benih 15.000/kg, jadi petani membayar 3.000/kg. Di tahun 2026 kami telah menganggarkan subsidi benih 14.000/kg, sehingga petani hanya membayar 1.000/kg.

“Kami berharap kebijakan tersebut mampu menjaga stabilitas produksi pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menekan laju alih fungsi lahan pertanian di tengah pesatnya pembangunan daerah,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN