Petugas laboratorium PCR di RSUD Tabanan saat tengah melakukan pengujian spesimen dari pasien. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Propinsi Bali. Salah satunya terus menambah laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) di sejumlah rumah sakit. Bahkan terbaru ada rencana jika RSUD Tabanan akan kembali mendapatkan bantuan satu set mesin PCR. Sehingga diharapkan pengujian specimen swab tes nantinya akan bisa menjangkau lebih banyak lagi khususnya warga yang tracing atau kontak erat.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Tabanan, dr. I Nyoman Susila, Kamis (22/10), dalam rapat bersama Gubernur Bali belum lama ini, memang ada penyampaian terkait rencana penambahan mesin PCR. “Bapak Gubernur menjanjikan waktu rapat, dan kita sudah kirim surat ditujukan ke Gubernur Bali dan BNPB, semoga jadi dapat bantuan mesin lagi, kita masih menunggu informasi terbaru juga,” terang dr.Susila.

Baca juga:  Pelanggar KTR di Gianyar Marak, Perda hanya Macan Kertas

Lebih lanjut dikatakan dr.Susila, saat ini RSUD Tabanan sudah memiliki laboratorium PCR dimana mesin PCR ini juga merupakan bantuan pemerintah propinsi Bali sebelumnya yang baru mulai beroperasi bulan September 2020. Hanya saja peruntukannya masih sebatas cukup untuk menguji specimen (swab tes) pasien se-kabupaten Tabanan, baik itu yang menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah sampai dengan rumah sakit swasta. Dan rata-rata sehari, setidaknya ada sekitar 60 sampel yang dilakukan pengujian. “Cukup untuk kepentingan pasien se-Tabanan saja, kalau ditambah kontak tracing, jadi memang sedikit lambat hasilnya, karena sekali running 30 sampel, kalau 2 kali dalam sehari bisa 60 sampel,”ucapnya.

Baca juga:  286 Pedagang Pasar Padangsambian Ikuti Rapid dan Swab Test

Pihaknya pun berharap, bantuan tambahan mesin PCR bisa segera terwujud untuk nantinya jika diperlukan tracing lebih luas lagi, tentunya memerlukan mesin yang lebih besar. Diakuinya dengan banyaknya mesin PCR, tentu saja hasil pengujian specimen (swab tes) pasien bisa diketahui dengan cepat, misalnya saja sampel masuk sebelum jam 09.00 wita, maka siang atau sore, sudah akan diketahui hasilnya, sehingga terhadap pasien bersangkutan bisa dilakukan penanganan kesehatan lebih lanjut. Begitupun, jika penambahan mesin PCR benar-benar sudah terealisasi yang otomatis jumlah sampel yang diuji mengalami peningkatan, penambahan staf untuk pengujian kemungkinan juga akan disiapkan. “Kita liat nanti bagaimana kondisinya, jika pemeriksaaan banyak, dan staf yang ada kewalahan, tentu akan ditambah,”pungkasnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.