Suasana di Perumahan Sanggulan yang kebanjiran dan rawan longsor. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah di Bali begitu juga di Kabupaten Tabanan, Sabtu (10/10) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Bahkan, dari informasi yang dihimpun sejumlah kerusakan juga ditimbulkan akibat derasnya banjir.

Salah satunya di perumahan yang berlokasi di Banjar Dinas Sanggulan, Kediri Tabanan atau tepatnya di belakang Rumah Sakit Puri Bunda Tabanan. Warga setempat merasa was-was karena kemungkinan munculnya gerusan baru. Diantaranya adapula yang mencoba mengevakuasi kendaraan mereka.

Baca juga:  Limbah "Styrofoam" Cemari Pantai Candidasa

Ditambah lagi, jembatan penghubung Sanggulan, Banjar Anyar dengan Terminal Kediri putus.

Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika saat dikonfirmasi mengatakan, luapan air yang cukup besar membuat jalan penghubung Banjar Anyar Kediri ke Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar terputus. Bahkan, tiga unit rumah yang berada di dekat lokasi jembatan tersebut juga tergerus bagian dapur serta halaman.

Dikatakannya, setidaknya ada enam unit rumah yang dianggap rawan terjadinya penggerusan kembali. Pemilik rumah tersebut sudah dievakuasi ke saudara atau tetangga yabg tinggal di lokasi yang lebih tinggi. “Ada enam unit di seputaran di sana, warga yang tinggal menetap di dekat jembatan penghubung juga sudah dievakuasi cari tempat yang lebih tinggi, barang barang sudah diamankan. Karena memang tidak berani tinggal di sana, karena radius rawan,” terangnya.

Baca juga:  Puluhan Warga di Tabanan Berstatus ODP, Seratusan Kategori OTG

Terkait dengan informasi adanya dua orang hanyut akibat kejadian tersebut, Trisna mengatakan hanya satu orang yang sempat hanyut, namun sudah berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. “Hanya satu dan sudah dilarikan ke rumah sakit, terkait ada info dua orang masih dicari kebenarannya karena tidak ada saksi. Saya sudah meminta pada masyarakat untuk menginfokan atau melaporkan jika ada sanak saudaranya yang tinggal di lingkungan tersebut, ada yang hilang,” terangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.