Atlet berlatih di saat pandemi covid-19. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada pembinaan olahraga yang tidak bisa maksimal. Bahkan, anggaran dari pemerintah tersedot ke sektor penanggulangan wabah virus corona, hingga nilai nominalnya terjun bebas.

Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, di Denpasar, Selasa (29/9) menerangkan, pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada pembinaan olahraga. Pasalnya, para atlet berlatih secara mandiri, hanya mengikuti instruksi dari pelatih. Namun, untuk cabor bela diri dilarang melakukan kontak bodi, termasuk cabor beregu tidak boleh terjadi kerumunan massa.

Baca juga:  Evaluasi Bali Mandara Jilid II, Aliansi BEM Se-Bali Gelar Aksi Demo Tolak Reklamasi

Akibatnya, kata Suwandi, pola latihan sekadar memenuhi program pelatih, dan tidak bisa mengukur apakah selama berlatih mengalami kemajuan, stagnan, atau justru prestasinya merosot. “Para atlet hanya sebatas berlatih mandiri, tidak bisa mengukur hasil latihannya karena selama pandemi covid-19 ini, atlet tidak boleh melakukan uji coba, latih tanding, atau try out,” tukas Suwandi.

Ia pun tidak bisa memprediksi sampai kapan wabah virus corona akan berakhir. “Justru, belakangan ini jumlah korban terpapar makin melonjak,” kata Suwandi. Namun, dirinya masih bersyukur atlet Pelatda yang diproyeksikan berlaga di ajang PON Papua 2021 masih tetap menjalankan program, meskipun tanpa dana.

Baca juga:  Denpasar Nihil Penambahan Kasus Positif, 1 Pasien Covid-19 Sembuh

Selain itu, Suwandi menyatakan, yang membanggakan, para atlet selama berlatih tetap memperhatikan protokol kesehatan dan tidak positif covid-19. “Saya pun lega, karena para atlet memiliki imunitas yang tinggi, sehingga bisa terhindar dari virus corona,” jelas dia.

Suwandi tetap menyemangati atlet PON supaya getol berlatih, meskipun dana pembinaan nihil. Suwandi mencontohkan, pada tahun anggaran 2019, KONI Bali menerima kucuran dari Pemprov Rp 18 miliar. Akan tetapi, untuk tahun 2020 ini tersedot ke sektor penanggulangan covid-19, hingga KONI hanya menerima dana hibah Rp 5 miliar.

Baca juga:  Hingga H+9, 40 Ribu Pemudik Belum Kembali

Ia berharap, induk organisasi olahraga di Bali ini kembali mendapat dana dari pemerintah, melalui anggaran perubahan. “Kami mengajukan usulan Rp 5 miliar lagi, mudah-mudahan bisa disetujui dan cair,” ucap dia. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.