Tangkapan layar peta sebaran COVID-19 di Tabanan. (BP/kmb)

TABANAN, BALIPOST.com – Jumlah kasus transmisi lokal di kabupaten Tabanan masih mengalami lonjakan. Bahkan dalam dua hari ini, Tabanan melaporkan puluhan kasus baru.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tabanan, Kamis (24/9) sore, ada 20 tambahan terkonfirmasi positif. Selain itu dilaporkan pula 11 pasien sembuh. Salah satunya anggota DPRD yang merupakan tokoh senior partai asal Selemadeg, Tabanan.

Dari informasi yang dihimpun, setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di UPTD RS Nyitdah, Kediri, politisi asal Selemadeg ini dinyatakan telah sembuh. Hanya saja baik yang bersangkutan dan pasien sembuh lainnya masih tetap harus mengikuti protokol kesehatan. “Benar, per data hari ini ada sebelas orang pasien telah dinyatakan sembuh, namun di sisi lain kabar tidak menyenangkan terjadi lonjakan tambahan terkonfirmasi positif sebanyak 20 orang,” beber Juru Bicara GTPP Tabanan, I Putu Dian Setiawan, seizin Ketua Harian GTPP I Gede Susila.

Baca juga:  Hasil Rapid Reaktif, Sopir Truk Dijemput di Gudang Truk Penyalin

Lebih lanjut dikatakan, dari 20 orang yang terkonfirmasi positif tersebut, lebih banyak tanpa disertai gejala. Namun, adapula yang bergejala seperti  demam, batuk, dan anosmia.

Mereka diisolasi RS Prima Medika sebanyak 1 orang, Hotel I sebanyak 3 orang, RSUD Tabanan sebanyak 3 orang, Wisma Bima sebanyak 1 orang, Bapelkesmas sebanyak 1 orang, RS Semara Ratih sebanyak 1 orang, dan RS Bhakti Rahayu sebanyak 1 orang. Sedangkan yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 9 orang.

Baca juga:  Indonesia Punya 40 Lab Pernah Tangani SARS

Puluhan pasien tersebut berasal dari Desa Serampingan, Desa Kediri sebanyak 4 orang, Desa Banjar Anyar sebanyak 3 orang,  Desa Kelating, Desa Delod Peken sebanyak 2 orang, Desa Bongan, Desa Abiantuwung sebanyak 3 orang,  Desa Berembeng, Desa Penebel dan Desa Angseri sebanyak 3 orang. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.