Kadiskes Bali, Suarjaya. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasien COVID-19 meninggal dunia masih terus dilaporkan di Bali. Belakangan, jumlah tambahan kasus terus meningkat dan selalu mencatatkan rekor baru.

Seperti update, Rabu (9/9), ada sebanyak 14 pasien yang dilaporkan meninggal dunia dan menjadi tambahan tertinggi sejauh ini. “14 pasien COVID-19 meninggal dunia terdiri dari 6 perempuan dan 8 laki-laki,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi.

Pasien pertama, lanjut Suarjaya, perempuan berusia 59 tahun dari Bangli. Sebelumnya, pasien masuk ke RSUD Bangli pada 30 Juli 2020 dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah pada 8 Agustus 2020. Pasien yang meninggal dunia 8 Agustus 2020 ini memiliki komorbid hipertensi.

Pasien kedua, laki-laki berusia 52 tahun yang meninggal dunia 28 Agustus 2020. Pasien dari Gianyar ini memiliki komorbid DM dan gagal ginjal. “Sebelumnya pasien masuk ke RS pada 20 Agustus 2020,” jelasnya.

Baca juga:  Jokowi-Prabowo Bertemu, Ajak Rakyat Rajut Persatuan

Suarjaya menambahkan, pasien ketiga adalah perempuan berusia 42 tahun dari Karangasem. Pasien sebelumnya masuk ke RSUD Karangasem pada 29 Agustus 2020. Pasien yang memiliki riwayat penyakit paru ini meninggal dunia 8 September 2020.

Pasien keempat, perempuan berusia 56 tahun juga dari Karangasem. Pasien yang memiliki komorbid anemia berat ini sebelumnya masuk ke RSUD Karangasem pada 27 Agustus 2020. “Pasien meninggal dunia 7 September 2020,” imbuhnya.

Pasien kelima, lanjut Suarjaya, laki-laki berusia 57 tahun dari Denpasar. Sebelumnya masuk ke RSUP Sanglah pada 4 September 2020. Pasien meninggal dunia 8 September 2020 dan memiliki komorbid DM.

Pasien keenam juga dari Denpasar, yakni perempuan berusia 55 tahun. Pasien sebelumnya masuk ke RD pada 25 Agustus 2020. Pasien yang memiliki komorbid DM dan Hipertensi ini meninggal dunia 1 September 2020.

Baca juga:  Hari Ini, Manila Mulai "Lockdown"

“Pasien ketujuh, perempuan berusia 45 tahun dari Badung. Pasien sebelumnya masuk ke RSBM tanggal 6 September 2020 dan meninggal dunia 8 September 2020 dengan komorbid DM,” tambahnya.

Pasien kedelapan, Suarjaya menyebut laki-laki berusia 57 tahun dari Badung. Pasien yang memiliki riwayat penyakit paru ini sebelumnya masuk ke RSUD Mangusada pada 2 September 2020 dan meninggal dunia 8 September 2020.

Pasien kesembilan, laki-laki berusia 54 tahun dari Tabanan. Pasien masuk ke RSUP Sanglah pada 21 Agustus 2020. Pasien dengan komorbid DM ini meninggal dunia 8 September 2020.

Pasien kesepuluh, laki-laki berusia 71 tahun dari Bangli. Sebelumnya masuk ke RSUD Bangli pada 5 Agustus 2020. “Pasien meninggal 7 Agustus 2020. Untuk komorbid tidak diketahui,” terangnya.

Pasien kesebelas, kata Suarjaya, berasal dari Buleleng yakni laki-laki berusia 59 tahun. Pasien masuk ke RSUD Buleleng pada 28 Agustus 2020 dan meninggal dunia 29 Agustus 2020. Selain COVID-19, juga memiliki komorbid hipertensi.

Baca juga:  Tiga Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Benoa

Pasien keduabelas, perempuan berusia 60 tahun dari Buleleng yang meninggal dunia 1 September 2020. Pasien ini dirawat di RSUD Buleleng sejak 26 Agustus 2020 dan diketahui memiliki komorbid DM, Rw TBC, gagal ginjal, serta jantung.

Pasien ketigabelas masih dari Buleleng, yakni laki-laki berusia 73 tahun yang dirawat di RS sejak 5 September 2020. Pasien kemudian meninggal dunia pada 8 September 2020. “Pasien juga memiliki komorbid DM,” ucapnya.

Terakhir atau pasien keempatbelas, dikatakan Suarjaya adalah laki-laki berusia 77 tahun dari Gianyar. Pasien masuk ke RSUD Sanjiwani pada 10 Agustus 2020. Pasien dengan komorbid jantung ini meninggal dunia 12 Agustus 2020. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.