Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra (kiri) bersama Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfos Bali, IB Ketut Ludra di kantor PWI Bali. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali memperoleh apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G. Plate. Sebab, dinilai memiliki strategi komunikasi dan pemberitaan di media massa yang baik terkait penanganan COVID-19.

Ada empat besar Provinsi di Indonesia yang masuk dalam penilaian tersebut. Yakni Bali, Jawa Tengah, Kaltim dan NTB.

Apresiasi dari Kementerian Kominfo ini disampaikan melalui Dinas Kominfos Provinsi Bali, Kamis (13/8). Mendengar kabar tersebut, pihak Kominfos Provinsi Bali yang diwakili Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Ida Bagus Ketut Ludra, langsung mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali, menemui Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra.

Baca juga:  Pedagang Agar Disiplin Laksanakan Protokol Pencegahan Covid-19

Dalam pertemuan singkat yang dihadiri Ketua PWI Bali, I GMB Dwikora Putra dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Emanuel Dewata Oja, Ludra menegaskan, Provinsi Bali bersama Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan NTB mendapat apresiasi dari Menkominfo atas strategi komunikasi yang baik dari segi pemberitaan media massa terkait penanganan covid-19. “Hari ini kami datang ke PWI Bali menemui Pak Ketua PWI sebagai suatu sikap memberikan apresiasi penghargaan karena dari hasil penilaian Menkominfo, 4 provinsi terbaik dalam penyajian informasi berkaitan dengan penanganan COVID-19. Kita Bali, bersama Jawa Tengah, Kaltim dan NTB,” ungkap Ludra.

Baca juga:  Percobaan Bunuh Diri di Pantai Lebih

Lebih lanjut, Ludra menegaskan, Kominfo bersama PWI sepakat untuk bergandengan tangan dalam upaya mencerdaskan masyarakat terkait penanganan COVID-19 di Bali.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Bali, I GMB Dwikora Putra mengungkapkan, pers di Bali sangat mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menangani COVID-19. Pers Bali di bawah naungan PWI Bali dan SMSI Bali berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat.

Isi pemberitaan harus membangkitkan optimisme masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19. “Pers sebagai cerminan kehidupan masyarakat sudah sepatutnya menyajikan fenomena nyata di masyarakat. Efek berita sangat bergantung pada sudut pandang mana dari suatu kasus yang harus ditonjolkan,” kata Dwikora.

Baca juga:  Kebutuhan Listrik di Badung Selatan Meningkat, PLN Siapkan SKTT 150 KV

Oleh Karena itu, lanjutnya, Pers wajib berpedoman pada UU Pers no. 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. “Pers Bali sudah melakukan yang terbaik dan diapresiasi oleh Menkominfo,” tegasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.