Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya (2 dari kiri) saat memberikan keterang di Jaya Sabha, Denpasar pada Minggu (31/8). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Adanya dugaan intimidasi dan tindakan kekerasan kepada 2 wartawan yang sedang melakukan peliputan demonstrasi di Mapolda Bali pada Sabtu (30/8) dikecam organisasi wartawan di Bali.

Dikonfirmasi terkait adanya dugaan intimidasi dan kekerasan ini, Koster memastikan hal itu tidak terjadi. “Kalau melakukan kekerasan dari pihak keamanan saya pastikan tidak (ada,red). Tetapi pihak keamanan adalah menjaga wilayahnya, perkantorannya dari para demo yang arahnya anarkis,” ujar Koster.

Ia mengaku mendukung penuh aparat keamanan TNI-Polri menindak tegas para pelaku anarkis yang mengganggu keamanan Bali. “Kami mendukung agar aparat menindak tegas para pelaku anarkis, siapa pun mereka, sesuai hukum yang berlaku,” tegas Gubernur Koster di Jaya Sabha, Minggu (31/8).

Baca juga:  Dewan Usul Bantuan untuk Wartawan

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mempersilakan untuk melaporkan jika memang benar ada tindakan intimidasi dan kekerasan kepada wartawan saat meliput demonstrasi. Laporan tersebut akan diproses.

“Kalau ada laporan dan memang bisa ditemukan siapa pelakunya silakan dilaporkan, kami akan proses, karena aturannya demikian. Kalau ada laporan nanti kami sampaikan siapa orangnya, kami proses,” tegasnya.

Sebelumnya, pengungkapan soal intimidasi ini disampaikan Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Bali dalam bentuk rilis yang diterima redaksi, Minggu (31/8).

Baca juga:  Nyepi, Sejumlah ABK Tepergok Keluyuran

Dua wartawan yang diduga memperoleh intimidasi dan kekerasan saat peliputan demonstrasi itu adalah Fabiola Dianira (detikBali.com) dan Rovin Bou (Balitopik.com).

Dianira sebagaimana kronologi yang disampaikan dalam rilis AJI Bali, diintimidasi saat akan mengambil foto diduga aparat yang tengah menangkap seseorang. Ponselnya sempat diambil namun kemudian dikembalikan dengan meminta paksa Dianira memperlihatkan isi galeri foto apakah benar tidak ada foto penangkapan.

Tidak hanya itu, salah satu dari mereka memperlihatkan gestur ingin memukul Dianira. Dianira syok dan mengalami trauma setelah mengalami peristiwa kekerasan tersebut.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Subsidi Bagi Wartawan

Sementara Rovin Bou (Balitopik.com) tengah meliput live di tiktok menggunakan gawai miliknya di jalan raya depan Kantor Dirkrimsus Polda Bali. Saat menyorot aparat tengah menghentikan dua pengendara kendaran bermotor, ia dihampiri beberapa aparat.

Badannya dicengkeram kasar, gawai dirampas beserta tas. Ia sudah menyatakan dirinya wartawan tetapi tidak dipercaya karena ia pun tidak sedang menggunakan Kartu Pers.

Saat dibawa paksa, seorang teman wartawan menghampiri dan membenarkan dirinya wartawan. Baru kemudian beberapa aparat tersebut percaya dan melepaskan cengkraman serta mengembalikan gawai dan tas miliknya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN