Ketua panitia karya I Nyoman Arnawa (tengah) disela persiapan piodalam di Pura Luhur Batu Panes. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Krama desa Mengesta, Tabanan mulai disibukkan dengan persiapan piodalan di Pura Luhur Batu Panes, Banjar Belulang, Penebel, Tabanan yang jatuh pada Buda Kliwon Gumbreg, Rabu (15/8).

Ketua panitia karya I Nyoman Arnawa, menjelaskan, piodalan di Pura Luhur Batu Panes ini tepat jatuh pada 35 hari atau sebulan (Bali) menjelang hari Raya Galungan. Serangkaian dengan piodalan tersebut, pihaknya bersama krama penyungsung pura terutama Banjar Belulang dan Wongaya Betan sudah melakukan berbagai persiapan untuk pembuatan upakara. “Piodalannya tepat pada Buda Kliwon Gumbreg, “ ungkap Nyoman Arnawa, Selasa (11/8).

Baca juga:  Melawan Petugas, Pelaku Curanmor Ditembak di Jatim

Dikatakan prosesi puncak piodalan akan digelar, Rabu (12/8) mulai siang hari sampai sore hari. Piodalan akan nyejer selama tiga hari sampai Sabtu (15/8) dilakukan panyineban. Pihaknya berharap umat sedharma di seluruh Bali maupun Indonesia bisa tangkil sembahyang di Pura yang memuja Dewa Siwa Pasupati ini dan memiliki beji air panas.

Ditambahkan, serangkaian dengan piodalan ini, pihaknya juga melakukan berbagai antisipasi, seperti masalah parkir. Dia memastikan areal parkir akan memadai, meski pemedek banyak. Selain di areal pelataran pura, parkir juga ada di sekitar balai banjar Belulang yang cukup luas yang mampu menampung puluhan mobil. “Sehabis sembahyang, pemedek juga bisa melihat pemandangan perswahan yang indah di sekitar pura, bisa juga sekalian mandi di pemandian air panas,” jelasnya.

Baca juga:  Nyejer 3 Hari, Piodalan Pura Pekendungan "Banjir" Pemedek

Seperti diketahui, Pura Luhur Batu Panes ini sedikit unik. Areal pura sama sekali tidak ada penyengker. Untuk menjaga ada binantang masuk atau gangguan lainnya, di sekeliling pura ada kolam berukuran cukup lebar yang sulit untuk dilompati. Hanya ada pagar di pintu masuk di arah tenggara yang dipasang pintu teralis untuk mencegah binatang masuk. Hal unik lainnya, beji pura ini merupakan air panas yang ada di bagian selatan areal pura.

Baca juga:  Lingkungan Desa Terunyan Dihiasi Sampah Plastik

Selain pura beji juga ada enam buah pancuran dan dua kolam air panas. Banyak warga datang untuk mandi di air panas alami keluar dari perut Gunung Batukau ini. Banyak yang datang untuk memohon kesembuhan seperti gatal-gatal, penyakit tulang serta penyakit lainnya karena air panas mengandung belerang cukup tinggi. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.