
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemandangan berbeda menghiasi suasana piodalan di Balai Banjar Sangging, Gianyar, Senin (5/1) malam. Alunan suara tambur yang bertalu-talu mengiringi lincahnya atraksi Barong Sai, menciptakan perpaduan budaya yang apik dan memukau ratusan warga yang hadir.
Kehadiran tim Barong Sai Cahaya Dewata dari Kongco Cong Po Kong Bio Gianyar ini menjadi magnet utama dalam perayaan tersebut. Sebanyak tiga Barong Sai tampil dengan penuh semangat sebagai bentuk ngayah (pengabdian tulus), menunjukkan kelincahan dan kekompakan meski kelompok ini baru terbentuk sekitar satu tahun.
Pementasan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan buah manis dari inisiatif Kelian Banjar Sangging, Dewa Gde Parwira Negara. Mengingat lokasi Kongco yang berada di Wilayah Banjar Sangging, kolaborasi ini menjadi simbol nyata toleransi beragama yang telah mengakar kuat di sana.
”Sejak lama, warga umat Hindu dan Konghucu di Banjar Sangging telah menjalin kebersamaan yang harmonis, gotong royong dan saling membantu selalu terwujud setiap kali ada upacara adat maupun kegiatan keagamaan,” ujar Dewa Gde Parwira Negara.
Antusiasme krama Banjar Sangging terlihat jelas saat mereka memadati area balai banjar untuk menyaksikan atraksi tersebut. Momen ini menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam bingkai budaya.
Acara malam itu ditutup dengan suasana penuh persaudaraan. Piodalan kali ini tidak hanya meninggalkan kesan religius, tetapi juga menghangatkan hati sebagai potret Bali yang damai, di mana tradisi Hindu dan budaya Tionghoa berjalan beriringan dalam harmoni yang indah.(Wirnaya/balipost)










