MANGUPURA, BALIPOST.com – Pencarian hari kedua, Senin (10/8) terhadap Hengel yang dikabarkan hilang saat melaut bersama rekannya, belum membuahkan hasil. Seperti diketahui, Hangel bersama rekannya Atoh (35) yang merupakan nelayan asal Segara Madu Kedonganan, sebelumnya melaut sejak Sabtu (8/8) sore. Namun nahas, jukung yang digunakan terhempas ombak di Perairan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Minggu (9/8).

Menurut penuturan A.A. Alit Supartana S.P.d., selaku Kasi Operasi dan siaga kantor pencarian dan pertolongan Denpasar, untuk pencarian hari kedua, dilakukan dengan total area 5,50 NM. Untuk sorti pertama, pihaknya menurunkan 2 buah jetski. Selain itu, juga melakukan pencarian di areal dengan ruber boat dari Polair Bali.

Baca juga:  Bayi Kembar Siam Lahir di Buleleng

Sebelumnya pada hari pertama, petugas sempat menemukan tanda-tanda bahwa jukung yang korban tumpangi dalam kondisi sudah patah. Di lokasi kata dia, sempat ditemukan jaring. Diduga korban sempat tersangkut di jaring tersebut. “Kondisi jukung patah menjadi dia. Dari dokumen foto yang dikirim, memang terlihat patah,” ujarnya.

Pencarian hari kedua kata dia, tetap pada prosedur, sesuai renOps luas pencarian area 5.50 nm. “Kalau hari ini masih nihil, Selasa besok pencarian akan diperluas. Namun tetap dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, kecepatan angin,” ucapnya.

Baca juga:  Gelombang Tinggi Hancurkan Jukung Nelayan di Perancak

Kesaksian dari korban selamat, kala itu mereka hendak kembali ke daratan, namun terjadilah kecelakaan di posisi sekitar 100 meter arah barat dari ujung landasan Bandar Udara Ngurah Rai (8°44’58.90″S – 115° 8’50.81″E). Korban selamat atas nama Atoh sempat memberikan keterangan di Pos Polair Kedonganan.

Tim SAR gabungan yang terlibat pada hari kedua, terdiri dari basarnas, Dit Samapta polda Bali, Pos AL Badung, Polair, Syahbandar kedonganan, Potensi SAR 115, Potensi Relindo, Sat rescue, Kelompok nelayan dan beberapa teman korban. (Yudi Karnaedi/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.