Keluarga korban terbawa arus banjir bandang di Desa Kuwum, Marga, Tabanan berdoa di lokasi kejadian, Kamis (22/1). (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pencarian ibu dan balita yang hanyut terbawa arus saat banjir bandang menerjang rumah kos di kawasan Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, berlanjut pada Kamis (22/1). Dalam pencarian hari kedua ini, tampak keluarga korban berdoa di tempat kejadian.

Mereka berharap korban, yakni Dasakota Maskun (35) dan Audria Natalia Banafanu (1,5 tahun), dapat segera ditemukan.

Sementara itu, proses pencarian hari kedua dilakukan tim gabungan Basarnas Bali

Baca juga:  Shortcut Bajera-Antosari, Tunggu Proses Pembebasan Lahan di Desa Antosari Rampung

Sebelumnya, bencana yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA itu menyebabkan penghuni rumah kos, yakni satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersapu air bah. Nahas, dua orang diantaranya hanyut.
Peristiwa itu dipicu senderan Perumahan Kuwum Asri II ambruk. Air kemudian meluap dengan tinggi 1,5 meter yang langsung menerjang kamar para korban.

Menurut keterangan saksi, para korban yang tersapu banjir adalah Semi Bana Fanu (35), istrinya, Dasakota Maskun (35), serta dua putrinya Natalia Dequenza Banafanu (6) dan Audria Natalia Banafanu (1,5).

Baca juga:  Angin Kencang, Penerbangan Terdampak dan Sejumlah Plafon di Bandara Ngurah Rai Lepas

Warga setempat, Wayan Toblo menjelaskan, banjir bandang menerjang kos-kosan itu kemudian menyeret para korban ke arah sungai kecil di belakang bangunan. Semi sempat berhasil menarik putrinya yang paling besar, namun istri dan putri yang paling kecil terlepas.

Setelah membawa putri pertamanya ke tempat aman, Semi melompat ke arus air mencari istri dan satu anaknya.

Namun, Semi tak kuasa melawan derasnya arus hingga terhanyut dan tersangkut di rumpun bambu sekitar 300 meter dari kos. Ia ditemukan selamat namun dengan kaki patah.

Baca juga:  Nelayan yang Hilang di Selat Lombok Ditemukan Selamat di Singaraja

Sementara itu, istrinya dan putri keduanya hilang terbawa arus hingga kini belum ditemukan.

Hal senada disampaikan teman korban, Yanto. Ia menjelaskan, saat kejadian, keluarga tersebut hendak menyelamatkan diri lewat belakang kos untuk menuju wantilan yang berada di sebelah barat. Namun, istri dan dua anak jatuh ke saluran air. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN