Ilustrasi. (BP/Suarsana)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Trend kesembuhan pasien yang sebelumnya terinfeksi Virus Corona (COVID-19) di Buleleng kembali melonjak. Hingga Kamis (24/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Buleleng melaporkan sebanyak 8 orang pasien dinyatakan sembuh. Kesembuhan ini merupakan yang paling banyak sejak Virus Corona merebak di Den Bukit.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd membenarkan kesembuhan terbanyak pasien terinfeksi COVID-19 itu.

Baca juga:  WNA Diberikan Batas Waktu Perpanjangan Izin Tinggal, Jika Lewat Dinyatakan "Overstay"

Gede Suyasa mengatakan, dari laporan tim medik dan dokter penanggungjawab pasien di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan, pasien sembuh itu adalah pasien kode 119, 124, 127, 141, 142, 146, 147, dan pasien kode 148. Sesuai rekem medik dan diagnose klinis dokter penangungjawab para pasien ini dinyatakan sembuh setelah swab test berbasis PCR negatif dan tidak menunjukkan gejala terinfeksi Virus Corona.

Baca juga:  Musim Hujan di Bali Diperkirakan Mulai November

“Kesembuhan pasien hari ini (Kamis 24/7 kemarin) mengikuti revisi 5 protokol kesehatan sesuai Peraturan Mentri Kesehatan (Permenkes) No. 01.07/Menkes/413/2020 dan Surat Edaran (SE) Guus Tugas Provinsi Bali tentang alur menejemen kasus COVID-19 dan hasil diagnose klinis oleh dokter penangungjawab pasien,” katanya.

Di sisi lain Gede Suyasa mengatakan, setelah penambahan pasien sembuh itu, sekarang tim medik di RSP Giri Emas masih merawat pasien sebanyak 6 orang. Dari pasien itu, sebanyak 2 orang diantaranya swab test PCR-nya sudah negatif. Namun pasien belum dinyatakan sembuh. Ini karena dari diagnose klinis, dokter penangungjawab masih menemukan pasien mengalami gejala terinfeksi COVID-19. “Dua diantaranya masih bergejala meski swab test PCR negatif, dan sesuai revisi ke 5 itu bergejala yang dibedakan sedang dan berat, sehingga pasien ini belum diizinkan pulang,” tegasnya. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.