Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran mengunjungi salah satu laboratorium penanganan COVID-19 pada 12 Juli 2020. (BP/AFP)

PARIS, BALIPOST.com – Hanya ada sedikit peluang vaksin Coronavirus yang efektif 100 persen melindungi bisa siap pada tahun depan. Demikian dikemukakan seorang pakar epidemiologi Prancis, Arnaud Fontanet, dikutip dari AFP.

Ia mengatakan dibutuhkan beberapa tahun untuk mengembangkan vaksin yang 100 persen efektif. Untuk itu, ia mendesak masyarakat melakukan upaya jarak sosial dengan lebih serius.

“Sebuah vaksin perlu beberapa tahun dalam pengembangan,” kata Fontanet yang merupakan anggota tim ilmuwan yang memberi saran kepada pemerintah tentang penanganan COVID-19 ini.

Baca juga:  Soal Warga Positif COVID-19, Ini Kata Kasatgas Tabanan

“Tentu saja, ada upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengembangkan vaksin, tetapi saya akan sangat terkejut jika sudah ada vaksin yang efektif pada tahun 2021,” tambahnya.

Meskipun, mungkin ada satu vaksin yang berfungsi sebagian. Ia menyebut masih sangat jauh dari akhir krisis ini.

Karena itu, “kita harus hidup dengan virus ini,” katanya. Dan karena karantina wilayah sudah tidak dimungkinkan lagi, orang harus lebih serius dalam menerapkan kebiasaan baru. “Musim panas ini, setidaknya mari kita hormati jarak fisik!” katanya.

Baca juga:  Melasti Desa Adat Sesetan, Cuma Libatkan Prajuru dan Pemangku

Ditekannya, pertemuan dengan skala besar adalah ancaman yang utama dari penyebaran virus ini.

Sekelompok dokter terpandang pada Sabtu menyerukan agar pemerintah mengharuskan masyarakat menggunakan masker di dalam gedung-gedung publik sebagai upaya pencegahan gelombang kedua COVID-19.

Fontanet mengatakan risiko utama munculnya klaster virus baru adalah di ruang terbatas, seperti di kapal pesiar, kapal perang, ruang olahraga, diskotek, rumah jagal, akomodasi perumahan pekerja migran dan tempat-tempat ibadah.

Baca juga:  Struktur Penduduk Bali Jadi Ancaman Peningkatan Kasus Covid-19

Pada Rabu lalu, pemerintah Prancis mengatakan sedang mempersiapkan gelombang kedua COVID-19. Tetapi alih-alih memaksakan karantina wilayah skala nasional, mereka akan menggunakan langkah-langkah “bertarget,” seperti perintah untuk tetap di rumah atau penutupan bisnis. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.