Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tatanan kehidupan Bali era baru akan dimulai 9 Juli mendatang. Pulau dewata akan dibuka hanya untuk sektor di luar pariwisata dan pendidikan bagi masyarakat lokal.

Upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih akan memulai rangkaian tatanan era baru ini bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, Minggu (5/7). Upacara ini akan diikuti doa lintas agama di tempat ibadah masing-masing secara serentak pada pukul 10.00 WITA. “Tujuan dari ritual dan doa serentak ini adalah untuk menghaturkan puji syukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikan sehingga penanganan COVID-19 di derah Bali bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam siaran pers Pemprov Bali, Rabu (1/7).

Baca juga:  Pengungsi Keluhkan Pasokan Elpiji Minim

Hal itu disampaikannya saat menggelar tatap muka secara virtual dengan 679 camat, lurah dan perbekel se-Bali. Menurut Koster, Upacara Pamahayu Jagat juga digelar untuk memohon doa restu dimulainya tatanan kehidupan Bali era baru.

Selain di Besakih, ritual juga akan dilaksanakan di Pura Kahyangan Desa se-Bali. Sebelum diumumkan secara resmi, para camat, perbekel dan lurah diminta melakukan prakondisi terkait dimulainya tatanan kehidupan Bali era baru pada 9 Juli mendatang.

Baca juga:  Lagi, 6 Orang Nekat Naik Gunung Agung 

Selain itu, mulai melakukan upaya atau aksi nyata dalam mendisiplinkan masyarakatnya agar menerapkan protokol kesehatan COVID-19. “Tatanan kehidupan Bali era baru jangan dimaknai sebagai kehidupan normal sebelum adanya COVID-19, karena protokol kesehatan harus diberlakukan dengan ketat,” tegasnya.

Koster menambahkan, tidak boleh ada kerumunan. Masyarakat wajib menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Pun tidak boleh ada hiburan malam, apalagi tajen.

Kepala desa atau perbekel dan lurah diminta berkoordinasi dengan bendesa adat dan Bhabinkamtibmas untuk mulai bersiap menjaga wilayahnya memasuki tatanan kehidupan Bali era baru. Jika skema ini berhasil, akan dilanjutkan dengan pembukaan Bali untuk wisatawan nusantara mulai 31 Juli 2020 mendatang.

Baca juga:  Pemprov Tindaklanjuti Rekomendasi BPK RI

Dengan catatan, Bali akan selektif membuka objek wisata agar tidak ada sumber penularan baru. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.