I Made Gede Wisnu Wijaya. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Gianyar sudah mencapai seratus lebih, dengan puluhan pasien masih dalam perawatan. RSUD Sanjiwani yang selama ini melakukan penanganan pun sampai kelabakan.

Ketua Harian GTPP Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Rabu (1/7), mengakui pemerintah cukup kewalahan dengan meningkatnya jumlah pasien COVID-19. Untuk itulah, pihaknya pihaknya juga berupaya menambah ruang isolasi di RSUD Gianyar.

“Kita juga upayakan menunggu kajian RS Sanjiwani terkait penambahan ruangan. Kemarin kita sempat konsultasi dengan pihak RSUD Sanjiwani, pada prinsipnya mereka siap menambahkan ruangan isolasi dengan memakai ruangan Ayodya,” katanya.

Baca juga:  China Dilanda Kekhawatiran Munculnya Gelombang Kedua COVID-19

Selain itu, ia mengatakan, masing-masing RS swasta di Kabupaten Gianyar sudah diminta menyiapkan 2 ruang perawatan pasien COVID-19. Sejauh ini memang ada sejumlah rumah sakit swasta yang belum menyiapkan, karena terkendala kelengkapan alat khususnya alat pelindung diri (APD).

“Kemarin ada beberapa rumah sakit yang memang tempatnya belum tersedia, APD juga belum lengkap. Tetapi sekarang kita sudah siapkan, jadi RS swasta wajib siapkan 2 kamar perawatan pasien COVID,” tegasnya.

Baca juga:  Ribuan KK Miskin Gianyar Disiapkan Sembako

Ditambahkannya, masing-masing kamar maksimal diisi 2 tempat tidur, jadi setiap RS swasta bisa menampung 4 pasien.

Namun, GTPP Gianyar memberikan catatan bahwa pengerjaan penambahan ruangan maksimal dikerjakan 10 hari. Hal ini dikarenakan perkiraan titik puncak kasus COVID-19 akan terjadi bulan ini. “Kalau menunggu pengerjaan sampai 1 bulan menyiapkan tempat, kan mubazir, padahal kita butuh bulan ini,” tegasnya.

Disinggung terkait adanya sjeumlah warga terkonfirmasi positif namun enggan dievakuasi, ia memastikan jajarannya sudah mengambil langkah tegas menyikapi hal tersebut. “Terkait hal itu kita ambil langkah tegas. Seperti di Banjar Sasih, kebetulan bukan warga lokal Gianyar, dia hanya tinggal di sana dan asal Karangasem. Jadi, masak orangtua mau mengajak anak yang belum terkonfirmasi untuk ikutan terkonfirmasi (positif COVID-19),” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.