GIANYAR, BALIPOST.com – Para calon legislatif (caleg) menjelang Pemilu 2024 bisa saja ada yang mengalami gangguan cemas. Kemudian pascapemilihan jika caleg kalah, dapat berujung depresi atau stres.

Direktur RSUD Sanjiwani, dr. Bayu Widiarta, Senin (4/12), mengatakan kondisi kesehatan mental yang biasanya dialami caleg selepas pemilu adalah depresi. RSUD Sanjiwani siap menerima para caleg yang gagal dan mengalami depresi atau gangguan kesehatan mental setelah menghadapi Pemilu 2024.

Baca juga:  Usai Pemilu 2024, Polres Tabanan Tempelkan Pesan Damai

Ia menjelaskan RSUD Sanjiwani telah memiliki empat dokter spesialis jiwa dan seorang psikolog. RSUD Sanjiwani menyiapkan rawat inap dengan fasilitas tempat tidur. Bayu memaparkan pasien yang diterima adalah  caleg yang mengalami kesehatan mental atau gangguan jiwa  ringan dan sedang. Bahkan pihaknya menyiapkan tempat untuk melakukan hipnoterapi.

Pada intinya RSUD Sanjiwani siap melayani caleg gagal dalam pemilu 2024. Kalau tidak mampu menangani dia akan dirujuk ke RSJ Bangli.

Baca juga:  Sempat Hilang Beberapa Bulan, Gepeng Kembali Berkeliaran di Ubud

Terkait administrasi, para caleg gagal yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Sanjiwani bisa masuk melalui pelayanan umum atau melalui asuransi dan BPJS. Model ini menyesuaikan dengan tanggungan yang dimiliki pasien caleg gagal lewat BPJS.

Sebelumnya, anggota Komisioner KPU Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati menyampaikan jumlah calon legislatif sebanyak 308 orang. Caleg akan memperebutkan 45 kursi di DPRD Gianyar. Jumlah Dapil sebanyak 7 sesuai jumlah kecamatan di Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Dinyatakan TMS, Puluhan Bacaleg DPRD Buleleng Gagal Bertarung

Simak selengkapnya di video

BAGIKAN