Kombespol Jansen Avitus Panjaitan. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan berupaya mencegah klaster baru COVID-19 yaitu tahanan di Rutan Polresta. Oleh karena itu seluruh tahanan, penjaga rutan, personel Sathati dan pengantar makanan tahanan berjumlah 275 orang di-rapid test, Selasa (30/6).

“Rapid test tahanan itu dilakukan untuk memastikan tahanan sehat walau mereka menjalani proses hukuman. Tapi harus dipastikan mereka sehat dan tidak terpapar COVID-19. Hasil rapid test semua aman-aman saja (nonreaktif),” tegas Kapolresta Kombespol Jansen, usai syukuran Hari Bhayangkara ke-74, Rabu (1/7).

Terkait peringatan Hari Bhayangkara ke-74, Jansen menyampaikan, dilaksanakan upacara secara virtual dan instruksi Presiden Joko Widodo harus dipatuhi. Polri semakin jaya khususnya dalam tugas melayani, melindungi dan mengayomi serta melaksanakan penegakan hukum di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi saat pandemi COVID-19 ini, kepolisian sebagai salah satu garda terdepan harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa harus bergotong-royong penerapan disiplin terlaksana dengan baik. Selain itu memastikan selain keamanan dan ketertiban terjamin, juga perekonomian berjalan dengan baik dan meningkat. “Mengatasi COVID-19 perlu kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Diperlukan kedisiplinan dan gotong royong masyarakat. Kita harus saling mengingatkan dan menguatkan,” ujar mantan Wadir Reskrimsus Polda Papua Barat ini.

Oleh karena itu pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat harus patuhi semua protokol kesehatan yang ada. Masyarakat mesti menyadari COVID-19 ini tidak main-main, bahayanya ada. Namun kita tidak boleh terlena dengan virus Corona ini, sehingga harus bangkit dan berdamai dengan cara sama-sama disiplin menjaga kesehatan, meningkat imun, jaga kebersihan diri sendiri serta lingkungan. “Saya bersama seluruh personel Polresta bahu membahu dan semangat memastikan bahwa sebagai garda terdepan kehadiran kami harus dirasakan langsung masyarakat. Tidak sebatas wacana tapi ada tidakan nyata di masyarakat,” ungkap mantan Wakapolres Badung ini.

Terkait informasi hasil rapid test sebelumnya ada seorang tahanan dan polisi reaktif, Jansen mengatakan kemungkinan saat itu kondisi tubuhnya tidak bagus. “Misalnya orang sariawan saja hasilnya bisa reaktif,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.