Antrean panjang mobil menunggu tes COVID-19 terlihat di sebuah parkiran pusat perbelanjaan di Melbourne pada 23 Juni 2020. (BP/AFP)

MELBOURNE, BALIPOST.com – Militer Australia pada Kamis (25/6) mengumumkan akan mengirimkan seribu tentara ke Melbourne dalam upaya mengontrol penyebaran COVID-19 di daerah yang mengalami penambahan signifikan jumlah kasus baru. Upaya ini dilakukan karena adanya kekhawatiran “second wave” COVID-19.

Dikutip dari AFP, negara bagian Victoria, mengalami kenaikan signifikan kasus COVID-19. Dilaporkan terdapat 150 kasus baru dalam seminggu terakhir seiring adanya klaster-klaster baru di Melbourne.

Sementara jumlah kasusnya masih lebih sedikit dibandingkan penambahan secara global, wabah ini telah mengguncang Australia. Negara itu telah melonggarkan pembatasan dan karantina setelah berhasil mengontrol penyebaran COVID-19.

Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds mengatakan 1.000 tentara akan diturunkan ke Victoria dalam beberapa hari ini.

Dikatakannya, sekitar 850 personil pasukan pertahanan ini akan membantu memantau kembalinya pelaku perjalanan luar negeri yang dikarantina di hotel. Sementara 200 lainnya akan menyediakan dukungan logistik dan medis untuk melakukan tes COVID-19.

Para personil militer telah melakukan penjagaan perbatasan dari negara-negara bagian yang ditutup bagi kunjungan dari luar. Juga menyiapkan dukungan bagi layanan kesehatan, termasuk Victoria.

Namun, penyebaran pasukan militer yang begitu besar ke kota besar Australia belum pernah terjadi sebelumnya dalam krisis coronavirus.

Kebijakan ini dilakukan karena adanya kekhawatiran masyarakat tentang penyebaran virus di Melbourne, dengan pusat-pusat pengujian sementara didirikan di sejumlah titik penyebaran virus untuk mengatasi antrean panjang. Supermarket juga mulai memberlakukan pembatasan belanja di tengah kekhawatiran terjadinya panic-buying.

Klaster COVID-19 muncul di sekelompok keluarga besar yang tersebar di kota kedua terbesar di negara tersebut, di sebuah hotel yang digunakan untuk mengarantina pelaku perjalanan luar negeri dan sebuah toko pakaian.

Australia telah mencatat sekitar 7.500 kasus COVID-19 dan 103 kematian dalam populasi 25 juta jiwa. Beberapa daerah diyakini sudah bebas COVID-19. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.