Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemprov Bali khususnya telah mengucurkan anggaran untuk membantu koperasi yang terdampak pandemi COVID-19. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Wayan Mardiana mengatakan, kondisi koperasi di Bali yang berjumlah 4.004 koperasi, baik binaan provinsi maupun kabupaten/kota, berjalan baik.

Meski terkena dampak dari COVID-19, namun tidak terlalu parah dibandingkan dengan UMKM yang ada di Bali. ‘’Karena koperasi dibangun dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Jadi, maju-mundur koperasi tergantung anggota,’’ ujar Mardiana, Selasa (23/6).

Mardiana menambahkan, kebijakan Gubernur Bali dalam rangka membantu koperasi di masa pandemi COVID-19 yaitu memberikan stimulus usaha. Gubernur Bali telah mengalokasikan anggaran untuk koperasi, baik binaan provinsi maupun binaan kabupaten sebesar Rp 43 miliar lebih yang diberikan kepada koperasi binaan provinsi sebesar Rp 30 juta dan koperasi binaan kabupaten/kota sebesar Rp 10 juta.

Saat ini, stimulus baru terealisasi kurang lebih Rp 16 miliar lebih atau kurang lebih 1.300 koperasi memperoleh stimulus. ‘’Jadi, sepertiga dari koperasi yang ada di Bali telah menerima stimulus,’’ imbuhnya.

Menurut Mardiana, stimulus ini merupakan tahap terakhir. Tidak ada lagi stimulus lanjutan dari pemeritah karena banyak koperasi yang tidak memanfaatkan stimulus ini mengingat tidak terkena dampak COVID-19. ‘’Jadi, tidak semua koperasi mengajukan permohonan, artinya koperasi itu sehat, jadi cukup banyak koperasi yang sehat,’’ pungkasnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.