Aparat kepolisian Jerman sedang berjaga di salah satu stasiun di Kehl, Jerman pada 15 Juni 2020. (BP/AFP)

BERLIN, BALIPOST.com – Beberapa petugas polisi terluka dalam bentrokan dengan penduduk sebuah blok apartemen di Kota Goettingen, Jerman. Blok apartemen itu, dikutip dari AFP, dikarantina oleh pihak berwenang karena adanya warga terjangkit COVID-19.

Kekerasan meletus pada Sabtu (20/6), ketika sekelompok warga berusaha menerobos penghalang yang dipasang untuk menjaga 700 orang yang tinggal di kompleks perumahan itu dari penyebaran penularan virus.

Dikatakan Kepala Polisi Kota, Uwe Luehrig, Minggu (21/6) waktu setempat, warga di kompleks itu dikarantina pada Kamis setelah dua dari mereka ditemukan terinfeksi COVID-19. Pada Jumat, 120 orang di gedung itu dinyatakan positif.

Goettingen adalah salah satu dari beberapa klaster wabah yang muncul di Jerman sejak pencabutan pembatasan wilayah pada Mei. Klaster lainnya, kasus dalam jumlah besar di rumah jagal di distrik Guetersloh Rhine-Westphalia Utara.

Lebih dari 1.300 pekerja dari total hampir 7.000 telah dinyatakan positif. Perdana Menteri Negara di kawasan itu, Armin Laschet, mengatakan pada Minggu bahwa ia “tidak dapat mengesampingkan penutupan paksa”.

Beberapa kasus di rumah jagal, tidak hanya terjadi di Jerman tetapi juga di Prancis. Hal ini memunculkan sorotan kondisi kerja dan perumahan bagi para pekerja rumah jagal karena banyak dari mereka berasal dari Rumania atau Bulgaria, ditempatkan di bawah tempat jagal itu.

Pemerintah Jerman pada Mei melarang penggunaan subkontraktor dalam industri daging untuk menekan praktik kontroversial perusahaan yang menggunakan perantara untuk memasok pekerja dari luar negeri yang lebih rentan terhadap pelanggaran.

Meskipun Jerman telah melewati badai coronavirus lebih baik daripada banyak negara tetangganya di Eropa, wabah rumah jagal telah memberikan pukulan terhadap upayanya untuk memulai kembali perekonomian negara yang merupakan ekonomi terbesar di Eropa itu. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.