Surfing- Seorang WNA asal Jerman dilaporkan terseret arus sejauh 600 meter saat mencoba bermain selancar (surfing) di Pantai Cucukan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Kamis (19/2) sore. (BP/Wir)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kecelakaan laut kembali menimpa wisatawan asing di pesisir Gianyar. Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman dilaporkan terseret arus sejauh 600 meter saat mencoba bermain selancar (surfing) di Pantai Cucukan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Kamis (19/2) sore.

​Menurut keterangan dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, korban terhempas gelombang besar hingga menghantam krib penahan ombak. Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik.

Baca juga:  Dishub Usulkan Penambahan Armada Bus Sekolah

​”Korban terseret arus cukup jauh, sekitar 600 meter, sebelum akhirnya terhempas di krib penahan gelombang. Kondisi korban mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan gigi retak,” ujar Dibya Presasta.

​Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., mengonfirmasi korban berhasil diselamatkan dari air.

“Informasi yang kami terima, WNA tersebut sudah langsung dibawa oleh pemandunya (guide) menuju penginapan pribadinya yang berlokasi di daerah Kuta,” jelas Kompol Sri Sumartini.

Baca juga:  Ini, Respons Masyarakat Soal Sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

​Wayan Join Hermanto, salah satu personel Balawista, menyoroti maraknya pemandu selancar dari luar daerah yang tidak mengantongi sertifikat resmi (ilegal) namun nekat membawa tamu ke lokasi berbahaya.

​”Banyak orang luar yang menjadi pemandu surfing sekarang, tapi jarang yang punya sertifikat melatih. Mereka terkesan nekat mengajar tamu tanpa memahami karakteristik lokasi. Padahal, Pantai Cucukan sebenarnya bukan tempat yang diperuntukkan bagi aktivitas surfing,” tegas Wayan Join.

Baca juga:  Percepat Penanganan Kebakaran, Satpol PP Gianyar Ajukan Pembangunan Pos dan Armada

​Pihak berwenang mengimbau para wisatawan untuk lebih selektif dalam memilih instruktur selancar dan selalu mematuhi rambu-rambu peringatan di pantai guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN