Proses evakuasi jenazah korban Yuliana di sungai yeh Ege, Kediri, oleh tim SAR Gabungan, Kamis (22/1).(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Doa keluarga korban hanyut terseret arus sungai Empelan, Subak Jemanik di Banjar Kuwum Ancak, Marga Tabanan akhirnya terjawab. Satu lagi jenazah korban terseret banjir bandang di Desa Kuwum, Marga, Tabanan ditemukan. Jenazah Yuliana DA Costa Makun, ditemukan siang pukul 14.00 WITA.

Jasad Yuliana ditemukan di aliran Sungai Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., mengatakan jasad korban ditemukan sejauh 6,9 kilometer dari lokasi awal jatuhnya korban di Sungai Empelan Subak Jemanik, Banjar Kuwum Ancak, Kecamatan Marga. “Korban ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita. Berdasarkan ciri-ciri yang ada, dapat dipastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah korban Yuliana,” ujar Sidakarya.

Baca juga:  Pengamanan Kawasan Bandara Diperketat

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RS Nyitdah Kediri untuk penanganan lebih lanjut. Penemuan jasad Yuliana ini melengkapi temuan korban sebelumnya, yakni Audrey Natania Banafanu yang lebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan telah ditemukannya kedua korban pada hari kedua pencarian, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan dihentikan. Seluruh unsur tim SAR gabungan selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.

Sebelumnya, di tengah upaya pencarian, pihak keluarga korban sempat menggelar doa di lokasi jatuhnya korban di Sungai Empelan. Doa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin agar korban segera ditemukan.

Baca juga:  Wajib Tahu! Ini 5 Kesalahan Memilih Rak Dapur

Ritual doa dilaksanakan secara adat istiadat timur serta doa menurut kepercayaan Nasrani yang dianut keluarga korban. Doa telah dilakukan sejak malam pascakejadian, termasuk doa khusus pada pukul 24.00 Wita untuk memohon petunjuk.

Mirna, ipar dari korban Yuliana, mengatakan pada malam pascakejadian sempat terjadi peristiwa yang diyakini sebagai petunjuk spiritual. Salah satu anggota keluarga mengalami kerasukan dan dipercaya sebagai arwah Yuliana. Saat itu disampaikan bahwa Yuliana baru bisa ditemukan setelah anaknya terlebih dahulu ditemukan.

Petunjuk tersebut diyakini keluarga mulai terjawab setelah ditemukannya jasad Audrey yang terdampar di Pantai Batu Belig, Canggu.

Di mata keluarga, Yuliana dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Hubungan dengan keluarga dan kerabat terjalin dekat. Keluarga juga mengaku sempat memiliki firasat sebelum kejadian, termasuk kekhawatiran soal lokasi tempat tinggal yang berdekatan dengan sungai.

Baca juga:  Tolak Revitalisasi Pasar Umum Gianyar, Persatuan Pedagang Ruko Bersurat ke Bupati

Sementara itu, kondisi anak pertama korban yang selamat, Natalia Banafanu (6), masih mengalami trauma mendalam. Meski kondisi fisiknya mulai membaik, secara psikis korban masih terguncang. “Tatapannya masih kosong. Setiap malam menangis mencari mamanya,” ujar Mirna.

Sementara dari pihak aparat, Dandim Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati mengatakan jasad Yuliana ditemukan dalam kondisi kulit banyak mengelupas akibat berada di aliran sungai yang cukup deras. Terkait dengan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN