Juru Bicara Covid-19 Jembrana mengkonfirmasi adanya tambahan satu pasien positif Covid-19 di Jembrana dari pekerja migran. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – RSU Negara kembali mendapatkan tambahan satu pasien positif Covid-19 yang merupakan pekerja migran asal Ekasari, Melaya. Pasien ini sebelumnya menjalani karantina di salah satu hotel dan melakukan tes swab atau PCR. Dengan adanya tambahan pasien positif Covid-19 itu, hingga Jumat (19/6) di Jembrana tercatat 30 orang positif Covid-19. Delapan diantaranya masih menjalani perawatan baik di RSU Negara maupun RS rujukan di Denpasar.

“Pasien positif Covid-19 ke – 30 ini merupakan pekerja migran kapal pesiar dan terakhir singgah di Afrika,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha.

Saat ini pekerja migran tersebut telah menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Dari akumulasi 30 orang yang positif Covid-19, masih didominasi pekerja migran. Sedangkan transmisi lokal ada beberapa salah satunya yang masih menjalani perawatan hingga dua bulan lebih.

Tapi ada satu pasien positif Covid-19 yang belum bisa dipastikan apakah masuk kategori transmisi lokal atau bukan. Pasien asal Pergung ini menurutnya diketahui positif dari hasil tracing suaminya yang seorang sopir yang menjalani rapid tes mandiri. Dari hasil rapid menunjukkan reaktif. Dari tracing itu dilakukan rapid tes kepada beberapa orang yang kontak erat dan salah satunya pasien perempuan ini dengan hasil reaktif. Dan ketika dilanjutkan PCR, ternyata suaminya negatif dan justru istrinya positif. Anehnya, pasien ini tidak memiliki riwayat keluar daerah (zona merah) atau kontak erat dengan pasien positif.

“Awalnya kita tracing yang kontak erat suaminya. Di antaranya keluarga dan istrinya. Tapi justru suaminya dari hasil PCR negatif. Sedangkan istrinya positif,” tambah Arisantha.

Karena itu Gugus Tugas belum bisa memastikan ini merupakan transmisi lokal. Tetapi petugas juga telah melakukan tracing terkait pasien tersebut.

Terkait pekerja migran, saat ini menurutnya masih ada 67 orang yang menjalani karantina dari total 542 orang. Sedangkan jumlah pekerja migran yang sudah selesai karantina dan pulang 459 orang. Sisanya 20 orang diketahui positif Covid-19 dan sudah sebagian besar sudah sembuh. Disampaikan juga oleh Arisantha, pada Jumat (19/6) pagi dilakukan rapid test massal bagi Bawaslu dan anggota badan Ad-hoc di tingkat Kecamatan dan Desa.

Dari tes cepat yang diselenggarakan di Gudang Farmasi untuk Bawaslu Kabupaten dan 10 Puskesmas di Jembrana untuk anggota ad-hoc, hasilnya semuanya non reaktif. “Untuk di Bawaslu dan Sekretariat ada 19 orang hasilnya non reaktif. Begitu pula di Puskesmas juga 90 orang non reaktif,” katanya (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.