Bupati Bangli, Made Gianyar. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sejak dua minggu terakhir, sejumlah tempat wisata di Kintamani mulai ramai didatangi pengunjung. Hal itu rupanya membuat Bupati Bangli I Made Gianyar galau.

Pasalnya, sampai sekarang belum ada kebijakan dari pemerintah pusat maupun Gubernur soal pembukaan kembali obyek wisata. Di sisi lain ia tidak bisa melarang pengunjung yang datang karena pemerintah mewacanakan mulai menerapkan new normal life.

Ditemui di rumah jabatannya Senin (15/6), Made Gianyar mengungkapkan dari pantauannya, Kintamani mulai kembali banyak didatangi pengunjung pada Sabtu dan Minggu sejak dua pekan terakhir. Bahkan ia menyebut, pengunjung yang datang lebih ramai dari sebelum adanya wabah COVID-19.

“Kemarin saya sempat turun, ramai sekali. Di setiap stage wisata ada pengunjung. Belum pernah saya menyaksikan Kintamani seramai dua minggu ini,” ungkap Gianyar.

Dikatakannya, sesuai hasil rapat koordinasi yang dihadiri Wabup dan Sekda, Pemerintah Kabupaten tidak dibolehkan mendiskusikan dan mengambil kebijakan pembukaan di sektor pendidikan dan pariwisata. Pembukaannya harus berdasarkan intruksi atau kebijakan pemerintah atasan dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Bali.

Sementara di sisi lain ada kebijakan pemerintah mulai menerapkan new normal life atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi COVID-19.

Karena hal itu menurutnya rancu, Gianyar mengaku akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Bali. Pihaknya akan memohon kebijakan yang harus dilakukan Bangli.

Kalau memang harus ditutup, pihaknya akan dengan tegas mengerahkan jajarannya untuk menutup semuanya dan membubarkan bila ada keramaian. Namun kalau Gubernur memberikan ruang untuk buka dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,  menurutnya lebih baik diatur.

Pihaknya akan menurunkan badan pengelola dan melibatkan satgas gotong royong untuk mengecek dan mengawasi pengunjung yang datang. Sehingga dengan demikian ekonomi bisa tetap jalan, dan masyarakat tetap terhindar dari penyebaran COVID-19.

“Saya sedang galau ini. Karena saya takut kalau nutup, masyarakat menanyakan sekarang kan new normal life. Kan ada problem jadinya. Kalau sudah ada ketegasan, kan tidak masalah. Jadi saya tunggu kebijakan gubernur. Kalau memang harus tutup, minggu depan kita akan kerahkan untuk menutup, kalau ada kerumunan akan dibubarkan satgas yang membidangi keamanan,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.