KENDAL, BALIPOST.com – Sempat landai, kasus positif COVID-19, pekan kedua Juni di Kendal kembali melonjak. Jumlahnya sebanyak 7 orang.

Kebanyakan kasus positif ini berasal dari klaster pasar tradisional, baik di Kendal maupun di luar daerah. Mencegah penyebaran COVID-19 di pasar tradisional, rapid test kepada pedagang dan pembeli rutin dilaksanakan Dinas Kesehatan Kendal.

Untuk mengetahui sekaligus menekan peningkatan penularan corona, Diskes Kendal melakukan rapid test di Pasar Gladag, Kaliwungu Selatan, Kendal. Kebanyakan pedagang yang dilakukan rapid test adalah orang luar Kendal, yang berasal dari zona merah maupun kuning, seperti pedagang asal Mijen, Semarang.

Dua diantaranya adalah Lazimah dan Puji Lestari. Rapid test di Pasar Gladag Kaliwungu mengambil sampel darah 60 orang yang merupakan pedagang dan pembeli. Pedagang yang diambil sampel darahnya adalah mereka yang mempunyai riwayat kontak dengan pedagang luar daerah, khususnya daerah yang masuk zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan hingga kini jumlah warga Kendal yang positif bertambah menjadi tujuh orang. Enam yang baru masuk ke rumah sakit darurat COVID-19 berasal dari klaster Pasar Mangkang dan Pasar Kobong Semarang. Sementara satu lagi merupakan ABK yang baru kembali dari Kanada dan sempat dirawat di Wisma Atlet Jakarta.

Sementara itu, Koordinator Pencegahan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan maraknya kasus positf corona dari klaster pasar tradisional ini menjadi perhatian khusus. Pasalnya warga masih tidak memperhatikan protokol kesehatan saat berada di tempat keramaian, seperti pasar.

Banyak dari mereka yang tidak memakai masker, tidak mengatur jarak sehingga penularan di pasar tradisional lebih cepat. (Wahyudi/Semarang TV)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.