Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Adanya kasus tambahan pasien positif terkonfirmasi COVID-19, baik itu pasien umum dan tenaga kesehatan yang menangani karantina naker migran, membuat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Tabanan melakukan tracing. Dari sejumlah pasien positif yang tertular akibat transmisi lokal ini ada sebanyak 210 orang ditelusuri.

Bahkan, sebanyak 152 orang diantaranya sudah dilakukan rapid test dan swab tes, pada Senin (8/6). Mereka yakni 58 pegawai yang bekerja di RSUD Tabanan, 60 orang yang sempat kontak dengan tiga tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan 34 orang lagi yang kontak dengan pasien asal Kecamatan Selemadeg Barat.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Direktur RSUD Tabanan, dr. Nyoman Susila, seizin Ketua Harian GTPP COVID-19 Tabanan, I Gede Susila, mengatakan tracing kontak terhadap pegawainya yang pernah kontak erat dengan tiga pasien umum dan dinyatakan positif, sebanyak 58 orang. Mereka sudah diambil sampelnya untuk uji swab. “Sampel sudah dikirim ke Sanglah, kami masih tunggu hasilnya,” terangnya.

Dikatakannya, untuk jumlah tracing kemungkinan masih bisa terus bertambah, karena Satgas masih terus melakukan penelusuran. Dari hasil swab ini akan dilihat apakah selama ini APD sudah dipakai dengan benar. “Saat ini sudah sesuai standar tetapi tetap akan dikaji lagi. Apa perlu ditingkatkan levelnya di atas standar? Tentu pelaksanaannya nanti sesuai dengan hasil swab,” jelas Susila.

Selain RSUD Tabanan yang melakukan tracing kontak secara intern, Dinas Kesehatan Tabanan juga melakukan tracing. Untuk yang dilakukan Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, mengatakan ada 34 orang pernah kontak dengan pasien asal Selemadeg Barat.

Sedangkan tracing kontak untuk tiga tenaga kesehatan yang positif, sebanyak 85 orang. Sementara penelusuran kontak untuk pasien yang ditemukan positif di RSUD Tabanan sebanyak 33 orang. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.