Pebasket Merpati Bali (tengah) berupaya menceploskan bola ke jaring, namun di halangi lawannya dari Flying Wheel Makassar, pada Kompetisi Liga Basket Putri Piala Srikandi. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Enam klub kontestan turnamen bola basket putri Piala Srikandi menggelar pertemuan virtual, sehubungan kelanjutan Kompetisi Piala Srikandi. Keenam klub peserta Piala Srikandi adalah Merpati Bali, Scorpio Jakarta, Generasi Muda Cirebon (GMC), Sahabat Semarang, Flying Wheel Makassar dan Tanago Friesian Jakarta.

Dalam pertemuan itu, klub ada yang mengusulkan untuk tidak melanjutkan musim ini, serta meniadakan musim kompetisi tahun depan, terkait padatnya agenda nasional seperti PON dan Pelatnas SEA Games. Akan tetapi, kata Ketua Koordinator Piala Srikandi, Deddy Setiawan, Kamis (4/6) keputusan itu belum final. Namun, dirinya tetap berharap kompetisi bola basket putri di Tanah Air tetap bergulir. Bahkan, Deddy berharap pelaksanaan tahun depan mendapat dukungan dari donatur dan pihak pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

Menurut dia, Kompetisi Liga Basket Putri Piala Srikandi cukup unik, sebab berawal dari kecintaan berikut sistem penyelenggaraannya bersifat patungan. “Bahkan, seluruh pihak yang terlibat sama sekali tidak berorientasi pada uang (money oriented),” ungkap Deddy Setiawan.

Dikemukakan, kendati sangat minim peran donatur, namun bisa terlaksana secara mandiri. “Kami sangat menyayangkan jika kompetisi berhenti di tengah jalan. Saya juga tidak ingin hal ini terjadi. Namun kami tetap menghormati jika ada klub yang mengalami kesulitan dana, hingga tidak bisa menuntaskan sisa musim,” paparnya.

Ia berharap, pandemi virus corona secepatnya lenyap, termasuk memikirkan nasib Kompetisi Piala Srikandi pada Juli mendatang. “Yang jelas, kami bertekad menuntaskan Kompetisi Piala Srikandi musim 2020 ini,” terangnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.