Pebasket yang ikut seleksi pembentukan tim PON Papua. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama masa pandemi COVID-19, hampir tidak pernah digelar turnamen basket di Bali. Padahal sebelumnya, di Pulau Dewata marak berbagai kejuaraan bola basket, mengingat upaya pembinaan dan regenerasi pebasket harus tetap dilakukan.

Pelatih tim basket PON Bali IGN Rusta Wijaya, di Denpasar, Rabu (4/5), menuturkan, Bali harus tetap dituntut melakukan regenerasi pebasket. Apalagi, agenda 2023 terdapat Pra PON, yang harus diikuti tim Bali. “Saya kira untuk tim bayangan, bisa direkrut dari skuad tim PON Papua, utamanya yang usianya memenuhi syarat,” ucap Rusta.

Baca juga:  Bertambah 17 Positif COVID-19, Kelurahan Ini Sumbang Kasus Terbanyak

Dijelaskannya jarangnya turnamen basket menyebabkan pembentukan tim melalui seleksi terbuka. “Kami di tim Bali United, juga merekrut pebasket U-16 dan U-18, masing-masing 12 atlet,” ungkap asisten pelatih tim Bali United ini.

Dalam perjalanannya, terdapat pemain yang mengundurkan diri. Rusta menegaskan, calon pebasket tim Pra PON, bisa bermaterikan pemain PON lalu, ditambah pebasket Bali yang kuliah diluar atau bermain di klub luar Bali, seperti Julian di Satria Muda Jakarta, serta pemain hasil pantauan Porprov Bali. “Seandainya saya masih dipercaya menangani tim PON Bali, maka setidaknya saya punya tim bayangan,” tutur Rusta.

Baca juga:  Belasan PSK Kawasan Bung Tomo Terjaring Satpol PP

Ia menambahkan pola pembinaan dan regenerasi atlet harus tetap digulirkan meskipun jarang kejuaraan khususnya dari kalangan siswa. “Saya mengamati selama ini belum pernah ada turnamen basket antarsiswa SMA, dan SMP,” tandasnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN