Pelatih Ketut Gede Widiana (tengah) bersama dua atlet lompat tinggi PON Bali, Made Gede Antara (kanan) dan Ni Made Eppi Wilantika. (BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Beberapa pekan ini Stadion Mengwi ditutup hingga menyebabkan dua atlet lompat tinggi PON Bali, yakni Made Gede Antara dan Ni Made Eppi Wilantika praktis berhenti latihan. Selanjutnya, mereka cukup berlatih menjaga fisik dan stamina di rumah masing-masing.

Pelatih lompat tinggi PON Bali, Ketut Gede Widiana, di Badung, Minggu (17/5) menuturkan, awalnya dirinya mendengar kabar bahwa Stadion Mengwi di renovasi pada Juni mendatang. Akan tetapi, rehab Stadion Mengwi ditunda, mengingat adanya pandemi Covid-19, ditambah pelaksanaan Porprov Bali juga diusulkan ditunda pada 2021 mendatang. “Meskipun pembangunan Stadion Mengwi ditunda, tetapi tetap ditutup dan tidak boleh latihan,” kata dia.

Untuk itu, dua atlet asuhannya cukup berlatih di rumah menjaga kebugaran, yang terpenting tidak jatuh sakit. Diakuinya, selama ini Antara dan Eppi melaporkan videol latihannya melalui WA. “Kami tidak bisa memberikan materi teknik latihan,” jelasnya. Selain itu, tambah dia, event maupun kejuaraan tidak ada yang digelar dalam waktu dekat, sehingga program latihan juga belum ada sasarannya. “Kalau mereka berlatih terus-menerus juga kasihan kalau tidak turun dalam lomba,” tuturnya.

Menurut Widiana, pola latihan atletik ini tanpa gesekan maupun kontak fisik. Namun, lagi-lagi Widiana harus mentaati peraturan, sebab atletnya tetap fit dan tidak drop. “Saya kira yang penting atlet sehat dan bugar dulu,” ucapnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.