SINGARAJA, BALIPOST.com – Setelah memulangkan tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, RSUD Buleleng hingga Jumat (27/3) ini merawat 5 orang PDP. Mereka itu adalah PDP dengan nomor 03, 05, 06, 07, dan 08.

Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) para PDP COVID-19 ini semuanya menjalani perawatan di ruang isolasi Lely I RSUD Buleleng. Ia mengatakan hal itu ketika menyampaikan update perkembangan kasus COVID-19.

Bupati Mengatakan, PDP dengan kode 03 riwayatnya adalah bekerja di luar negeri. Pasien ini lebih awal menjalani pengobatan.

Dari perawatan itu tim medis sudah mengambil sampel swab-nya untuk diuji di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kemenkes RI. Hasil sampel swab itu secara otentik belum diterima oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng.

Baca juga:  Lima Hari Nihil Kasus COVID-19, Jembrana Laporkan Tambahan Pasien dari Klaster Keluarga

Hanya saja, dari informasi berkembang, PDP dengan kode 03 ini diduga kuat positif COVID-19. Sementara, PDP dengan kode 01, 02 dan dan PDP dengan kode 04 telah dipulangkan.

Ketiganya dinyatakan sembuh dan dikuatkan dengan dua kali uji sampel swab menunjukkan negatif COVID-19.

Saat ini, jelas Bupati ada 4 tambahan PDP yang baru dirawat di rumah sakit. Seorang diantaranya diketahui sebagai bidan di rumah sakit.

Baca juga:  Pertolongan Pertama Jika Tersengat Lebah

Dari tracking yang dilakukan, bidan yang memiliki riwayat mengikuti upayara agama di rumah suaminya di Tabanan. Dia menunjukkan gejala klinis yang diduga mengarah terjangkit COVID-19.

Selain itu, PDP lainnya adalah istri dari PDP dengan nomor 03. Ada juga seorang perawat dan seorang supir yang menjemput PDP dengan nomor 03 ke bandara juga menjadi PDP COVID-19. “Sekarang ada 5 PDP dan semuanya sudah diisolasi. Mereka semuanya mengarah terinfeksi COVID-19,” katanya.

Menurut Bupati, tim survaillance diinstruksikan untuk men-tracking orang-orang yang memiliki riwayat berinteraksi dengan kelima PDP. Dari tracking sementara, pihaknya mendapat laporan ada 73 orang tenaga medis di rumah sakit dan RSP Giri Emas yang sudah selesai ditracking.

Baca juga:  Dua Bulan, Pendaftaran Online BRSU Tabanan Diakses Belasan Orang Per Hari

Untuk memastikan apakah ada gejala mengarah terinfeksi COVD-19, Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dieskes) Buleleng melakukan rapid test (tes cepat) menggunakan alat yang sudah dijemput langsung ke Satgas Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali. “Saya minta Diskes mengambil swab-nya dan mulai hari ini dilakukan rapid test dengan alat yang sudah dijemput ke provinsi tadi. Mudah-mudahan dengan tes cepat ini, bisa membantu kita lebih otimal dalam mendeteksi penyebaran virus ini,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN