Dirut RSUP Sanglah bertemu dengan tenaga medis untuk memberikan semangat dalam melakukan tugas-tugasnya. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski 175 tenaga kesehatannya menjalani isolasi karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP), RSUP Sanglah tak khawatir kekurangan tenaga. Kasubag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna, Jumat (27/3), memastikan tenaga kesehatan masih mencukupi terutama dalam hal penanganan COVID-19.

Lebih lanjut diungkapkannya, sejak COVID-19 merebak, ada penurunan signifikan terhadap jumlah kunjungan rawat jalan. Jumlah kunjungan rawat jalan yang sebelumnya dalam sehari bisa sekitar 700 orang, pernah turun sampai 300 orang.

Baca juga:  Naik dari Sehari Sebelumnya, Jumlah Kasus COVID-19 Harian Nasional Tetap di Atas 3.000 Orang

Penurunan jumlah kunjungan rawat jalan inilah yang cukup membuat RSUP Sanglah bisa mengatur SDM guna penanganan COVID-19.

Bahkan, kata dia, RSUP Sanglah saat ini sedang menyiapkan sejumlah hal untuk melakukan pemeriksaaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Salah satunya dengan menyiapkan laboratorium mikro. “Akan ada bantuan tenaga juga untuk pemeriksaan PCR yang akan dilakukan di RSUP Sanglah,” katanya.

Meski tenaga kesehatan mencukupi, namun diakuinya ketersediaan alat pelindung diri (APD) mulai menipis seiring dengan bertambahnya jumlah kasus COVID-19. Masker N95 cukup langka, tidak hanya di Bali dan Indonesia, tapi juga di dunia.

Baca juga:  Soal RUU Provinsi Bali Tak Masuk Daftar 50 RUU Prolegnas Prioritas, Begini Tanggapan Gubernur Koster

Begitu juga jenis masker bedah atau surgical mask, ia tidak berani memastikan ketersediaan cukup atau tidak, karena kasus terus berkembang. “RSUP Sanglah selalu mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Kalau melihat grafiknya, mungkin akan ada peningkatan kasus seperti di Jakarta. Jadi, RSUP Sanglah memang juga memerlukan masker seperti itu. Kami membuka diri untuk sumbangan berupa alat–alat kesehatan seperti masker,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN