Ilustrasi. (BP/Dokumen Swara Tunaiku)

BANGLI, BALIPOST.com – Di tengah menurunnya ekspor karena wabah COVID-19, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan sektor perdagangan. Terlebih, sektor perdagangan yang digeluti industri kecil dan menengah.

Terobosan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli. Disperindag akan menjajagi promosi lewat medsos. Hal ini dipilih lantaran dianggap murah dan efektif untuk menngenalkan dan memasarkan produk.

Melalui akun resminya, Disperindag Bangli bakal menggunggah aneka produk IKM khas Bangli. Dengan harapan khalayak umum dengan mudah mengetahui perkembangan dan mendapatkan produk yang ada di Bangli.

Baca juga:  Digagalkan, Penyelundupan "Baby Lobster" Miliaran Rupiah

Kepala Disperindag Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan mengatakan selama ini kegiatan promosi produk IKM yang bisa dilakukan pihaknya cukup terbatas. Pihaknya hanya berpromosi mengandalkan kegiatan pameran saat HUT Kota Bangli, Pesta Kesenian Bali (PKB) dan kegiatan promosi keluar daerah satu tahun sekali. “Jadi kalau andalkan pameran, kan lama dan jarang. Kalau pakai medsos bisa cepat, efektif dan rantainya lebih dekat,” ujarnya, Kamis (5/3).

Baca juga:  Bali "Showroom" Produk Wirausaha Nasional

Pria yang baru tiga bulan menjabat Kadisperindag itu juga mengaku akan mendata ulang IKM di Kabupaten Bangli. Berdasarkan data terakhir tahun 2014, jumlah IKM di Bangli mencapai 11 ribu lebih. Adapun jenis produk IKM Bangli selama ini yakni kerajinan bambu, kayu, garmen, perak dan olahan kuliner.

Ditengah merebaknya virus corona, Gunawan mengaku telah melakukan monitoring ke sejumlah IKM. Hasilnya sampai saat ini produk IKM Bangli belum terganggu virus corona.

Baca juga:  Desa Ini Siapkan Home Stay sebagai Tempat Karantina Mandiri

Ini karena pasar produk IKM Bangli lebih banyak lokal. Kalaupun ada yang ekspor, pasarnya ke Eropa. “Kalau ke Tiongkok kebetulan tidak ada. Kebanyakan lokal sehingga tidak terlalu pengaruh,” katanya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN