Petugas sedang mengolah sampah di TOSS Karangdadi. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Karangdadi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, bukan sekadar pusat pengolahan sampah. TOSS ini juga dirancang menjadi learning center khususnya mengenai metode pengolahan sampah yang diharapkan bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Pegawai TOSS Karangdadi berjumlah 30 orang. Mesin yang digunakan di antaranya 5 mesin pencacah, 2 mesin pelet dan 2 mesin pencacah plastik. Sampah yang diolah di sini sudah melalui proses peyeumisasi selama sepekan dalam box sampah.

Baca juga:  10 Titik Kerusakan Jalan di Karangasem Sedot Anggaran Rp 1,9 Miliar 

Selanjutnya sampah organik tersebut dicacah menggunakan mesin hingga menjadi serbuk. Sementara sampah berbahan plastik kecuali botol, dicacah hingga menjadi biji plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung A.A. Ngurah Kirana mengatakan, TOSS ini beroperasi sejak akhir Januari 2020. TOSS ini akan menjadi learning center semua teknik pengolahan sampah mulai dari pemilahan sampah organik dan plastik, pencacahan sampah plastik, pengolahan sampah plastik menjadi paving blok dan aspal serta mengolah sampah plastik menjadi minyak plastik.

Baca juga:  TPS3R dan TPST Diragukan Jadi Solusi Masalah Sampah

Selain diolah, sampah plastik juga ada yang akan dijual. Sementara sampah organik akan diolah menjadi pupuk osaki, diolah dengan proses peyeumisasi serta diolah menjadi pelet sebagai bakan bakar pembangkit listrik.

Sampah yang ditangani TOSS Center berasal dari sampah Kota Semarapura dan sampah dari Desa Kusamba. Per hari TOSS Center menerima sampah sebanyak 3 mobil pick up dan mampu mengolah sampah sebanyak 6 meter kubik atau satu truk sampah. (Bagiarta/balipost)

Baca juga:  Tenganan Ditarget Jadi Desa Zero Waste Cities
BAGIKAN