Wagub Bali, Cok Ace bersembahyang di Pura Jagatnata, Denpasar, Sabtu (8/2). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (8/2) ini, sebanyak 80 wisatawan Tiongkok akan pulang menggunakan pesawat charteran yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Rencananya pesawat tersebut mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 11.00 Wita.

Menurut Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu (8/2), pemerintah China menyiapkan satu pesawat untuk mengantar warganya pulang. “Hari ini pemerintah China menyiapkan satu pesawat untuk mengantar mereka kembali pulang, dari semula pukul 14.00 sekarang dimajukan. Memang waktunya tentatif,” ujarnya.

Guna mendoakan Tiongkok, pria yang akrab disapa Cok Ace ini melakukan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (8/2) pagi. Awalnya, jajaran Pemprov bersama komponen pariwisata di Bali dan Konjen RRT di Denpasar berencana melakukan persembahyangan di Pura Ulundanu Batur dan Pura Dalem Balingkang.

Namun, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini batal ke Batur lantaran harus segera pergi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Waktunya tidak mencukupi karena sekarang ada keberangkatan 80 warga Tiongkok di Bali,” katanya.

Sejak pukul 00.00 pada 5 Februari lalu, lanjut Cok Ace, pemerintah lewat Kementrian Perhubungan memang telah menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Kebijakan tersebut hanya bisa disosialisasikan dalam waktu 2 hari saja.

Praktis, masih ada wisatawan Tiongkok yang belum mendengar kebijakan itu. “Memang tidak semua mau pulang, bahkan sebagian besar mereka mau extend di Bali. Itupun tidak masalah karena sekarang sudah ada Permen No.3 Tahun 2020 yang memungkinkan mereka untuk memperpanjang visanya disini,” imbuhnya.

Cok Ace menambahkan, penjemputan oleh pesawat dari China sudah seizin pemerintah pusat. Mengenai mekanisme penjemputan menjadi kewenangan otoritas bandara. Pihaknya mengasumsikan wisatawan Tiongkok yang masih di Bali ada sekitar 3.500 sampai 5.000.

“Karena penerbangan terakhir yang tanggal 5 Februari jam 00.00, itu kapasitas seatnya 170. Tapi ternyata yang kembali adalah 127, dari jumlah itu 116 memang punya tiket pulang. Jadi, yang memajukan berangkatnya hanya 11 orang. Tentu ini masih banyak, asumsi saya yang masih tertinggal di Bali,” paparnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.