Warga Kubutambahan menggelar piodalan di Pura Puseh Penegil Dharma. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Desa Adat Kubutambahan melaksanakan piodalan rutin di Pura Puseh Penegil Dharma (Penyusuhan). Piodalan digelar Rabu (5/2) malam.

Selain diisi persembahyangan, prosesi piodalan diwarnai pementasan Tari Baris Jojor. Tari yang disakralkan ini hanya dipentaskan saat odalan di wilayah Desa Adat Kubutambahan.

Kelian Desa Pekraman Kubutambahan, Jro Pasek Warkadea, di sela-sela piodalan mengatakan sebagai pengempon, pengemong, penyiwi, dan astiti bhakti, warga Kubutambahan bertanggung jawab melaksanakan piodalan yang sudah ditetapkan. Ia pun menyebut ini merupakan momentum memohon perlindungan dan kerahayuan alam di tengah munculnya virus Corona hingga penyakit lainnya.

Pihaknya mengajak krama desa dan umat se-Dharma dimanapun untuk memohon perlindungan kepada Ida Bhatara agar Buleleng dan Bali umumnya tidak terpapar dampak penyakit yang membahayakan umat manusi.

Senada diungkapkan Kelian Maksan Pura Puseh Penegil Dharma, Jro Ketut Arcana Dangin. Ia menyebutkan saat odalan ini, krama desa dapat nunas air suci yang sifatnya tidak sembarangan. “Tirta ini pingit (tidak sembarangan, red). Kami percaya kalau tirta dari Ida Sesuhunan yang melinggih di sini karena kebrebehan jagat seperti sekarang ini,” ujarnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.