hibah
Ilustrasi. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Iming-iming Rp 1 miliar hanya dengan bergabung dan membayar Rp 1 juta untuk program bernama Noto Rogo muncul di Banjar Sari, Desa Bajera, kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Ironisnya, sejumlah warga seputaran Tabanan dikabarkan telah mengikuti program tersebut.

Untuk bergabung, peserta harus menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) disertai uang Rp 1 juta. Program yang menjanjikan uang Rp 1 miliar ini diduga penipuan karena pencairannya tidak tentu.

Baca juga:  Digendam, Ratusan Juta Uang Melayang Tujuh Pelaku Ditangkap

Dari informasi yang dihimpun, program ini muncul sejak Senin (27/1). Saat itu ada sebuah pertemuan tanpa sepengetahuan aparat desa di rumah salah satu warga di Banjar Sari.

Dalam pertemuan tersebut, ada sekitar 40 warga, namun belum diketahui kegiatan pastinya. Bahkan warga yang ikut program tersebut dikabarkan masih sembunyi-sembunyi belum ada yang berani mengaku terang-terangan.

Bahkan dari sejumlah informasi ada warga yang sudah ikut program ini selama setahun. Dan sesuai informasi pula, para peserta juga mendapat intimidasi.

Baca juga:  Pascapenangkapan Langsung Ditahan, Ini Pernyataan Sudikerta

Mereka jika keluar dari program akan mengalami buta, tuli bahkan lumpuh. “Ada yang ikut dari seputaran Tabanan, ada juga dari Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur dan dari Banjar Bajera Utara, Desa Bajera,” terang sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Adanya program yang dianggap ‘nyeleneh’ inipun diakui oleh Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Budi Astawa. Pihaknya pun mengaku masih melakukan penyelidikan terkait program Noto Rogo yang masuk di Banjar Sari. “Masih kami dalami, anggota masih lidik sambil terus memberikan himbauan agar masyarakat tidak banyak yang jadi korban iming-iming yang tidak jelas,” tegas Kompol Budi Astawa, Minggu (2/2). (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.