DENPASAR, BALIPOST.com – The Sukarno Center Tampaksiring yang dipimpin oleh Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, menjadi tamu pertama Dewan Pertimbangan Presiden RI di awal tahun 2020. Bertempat di Kantor Wantimpres yang masih ada di kawasan Istana, hadir petinggi The Sukarno Center, yakni Dr. Arya Wedakarna (AWK), Sukmawati Sukarno Putri (Ketua Dewan Pembina), Enong Ismail (Ketua Kurator) dan sejumlah pengurus.

Di jajaran Wantimpres hadir Jenderal TNI (Purn) Wiranto (Ketua) dan para anggota Wantimpres, di antaranya Arifin Panigoro, Puri K. Kusumawardani dan Sidarto. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini, The Sukarno Center menyampaikan sejumlah hal strategis terkait beberapa program Presiden Joko Widodo khususnya dalam pembangunan SDM dan karakter, salah satunya yang paling strategis adalah kepentingan untuk menjaga konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga:  DPD IKATEMI Bali Beri Bantuan APD dan Tempat Cuci Tangan

Hal ini disampaikan oleh Sukmawati Sukarno saat membuka pertemuan terbatas tersebut. “Saya mengapresiasi Wantimpres yang telah dilantik Presiden. Semoga lembaga ini bisa terus memberikan nasihat kepada Presiden Jokowi agar bersemangat dalam membangun Nusantara. Kepada Bapak Wiranto, kami sampaikan puji syukur karena diberikan keselamatan dan kesehatan sehingga bisa mendampingi Presiden Joko Widodo dalam mengawal Nawa Cita hingga 2024,” ungkap Sukmawati Sukarno.

Baca juga:  UTD PMI Badung Jalin Kerja Sama dengan BPOM

Arya Wedakarna juga menyampaikan sejumlah pandangan khususnya terkait adanya gerakan anti-Pancasila, yakni radikalisme yang kini melanda Indonesia dan Bali harus mendapat perhatian lebih dalam rangka membasminya. “The Sukarno Center terdepan mendukung negara membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan kami mengapresiasi juga negara tidak merespons terkait perpanjangan izin ormas front pembela agama. Bali yang mayoritas umat Hindu pernah menjadi korban dari kebiadaban teroris pada Bom Bali I dan II. Semoga Jokowi tuntas membereskan hal ini,” ujar Gusti Wedakarna yang juga Direktur The Marhaenisme Institute. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.