Kondisi areal parkir di DTW Bedugul penuh dengan rumput. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Upaya menghidupkan kembali objek wisata DTW Bedugul pasca-dilimpahkan kembali pengelolaannya ke pemerintah daerah terus dilakukan. Bahkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan mendapatkan gelontoran DAK untuk penataan lahan parkir di kawasan tersebut dengan nilai anggaran sekitar Rp 1 miliar tahun 2017. Akan tetapi setelah penataannya rampung, kondisi areal parkir tersebut justru terkesan kumuh tanpa ada pemeliharaan dan perawatan berkelanjutan.

Dari pantauan, garis putih areal tempat parkir sudah tidak lagi terlihat. Rumput liar sudah banyak tumbuh hingga menutupi bagian trotoar parkir. Kondisi areal DTW Bedugul yang merupakan aset Pemkab Tabanan ini belum sempurna dan tampak memprihatinkan.

Baca juga:  Akan Dijadikan Objek Wisata Spiritual, Panglukatan Alas Metapa Ditata

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa mengakui tumbuhnya rerumputan memang membuat areal parkir kurang terawat. Hal itu dikatakannya wajar mengingat objek wisata yang sempat menjadi primadona bagi Kabupaten Tabanan ini masih terus dilakukan penataan dan belum ada pengunjung. “Seperti rumah kalau tidak ditempat pasti banyak rumput tumbuh,” ujarnya, Kamis (25/7).

Ia berencana menjadwalkan pembersihan untuk penataan DTW Bedugul, meskipun jumlah pegawai yang dimiliki terbatas. “Ya, pasti kami akan rawat, karena sekarang masih penataan. Sebelum ada pengunjung harus tersedia sarana dan prasarana. Jadi, kami terus lakukan penataaan,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Narkoba, Warga Thailand Dituntut 18 Tahun Penjara

Selain penataan parkir, saat ini sudah dibangun kios cenderamata dan telah dikontrak warga. Restoran yang ada di tepi Danau Beratan sudah mulai direnovasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP). (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.