sakit jiwa
Petugas berupaya melakukan pemadaman api. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga Cemanggon, Desa Celuk, Sukawati dikejutkan dengan insiden kebakaran yang terjadi di rumah I Wayan Sukanata (57), Senin (26/2). Irosnisnya, kejadian ini disebabkan oleh anak dari pemilik rumah itu sendiri yakni, Komang Pande Adnyana (24), yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Senin pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, I Wayan Sukanata sempat cekcok adu mulut dengan Adnyana. Senin siang sekitar pukul 13.00 wita, Adnyana sempat terlihat keluar rumah membeli rokok. “Saya sempat lihat dia mondar mandir di luar rumah,“ ucap warga setempat I Nyoman Nanik.

Baca juga:  Polri Selidiki Dugaan Peretasan Akun YouTube BNPB

Usai membeli rokok, Adnyana terlihat kembali ke dalam rumahnya. Tidak berselang lama tiba-tiba saja terlihat kepulan asap dari rumah Adnyana, tepatnya pada bangunan bale daja. Nyoman Nanik yang melihat mendapat temuan ini lantas berteriak kebakaran. Bersama sejumlah tetangga mereka lantas berupaya melakukan pemadaman.

Namun akibat besarnya api, warga setempat pun dibuat kewalahan, hingga akhirnya lima mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gianyar datang ke lokasi melakukan upaya pemadaman. Api baru bisa dipadamkan pada Senin sore sekitar pukul 14. 30 wita.

Baca juga:  Rumah di Lelateng Ludes Terbakar

Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta mengatakan, kebakaran dilakukan oleh Adnyana. Diketahui anak dari I Wayan Sukanata ini sudah sejak lama mengalami kelainan jiwa. “Tapi sakit jiwanya ini kadang kumat kadang tidak, nah kebetulan kemarin lagi konslet sampai bakar rumah,“ ucapnya.

Ditambahkan, menurut keterangan sejumlah saksi, Adnyana juga sempat membakar kasur yang ada di kamarnya, sehari sebelumnya yakni pada Minggu (25/2), sekitar pukul 20.30 wita. “Ia sempat membakar kasur  miliknya sendiri, untung diketahui oleh orang tuanya sehingga api dapat dipadamkan,“ ucapnya.

Baca juga:  Gempa Rusak Rumah di Banjar Anyar Kediri

Kapolsek menambahkan kini pihak keluarga sudah membawa Adnyana ke RSUJ Bangli. Selain itu dari kejadian ini korban diketahui mengalami kerugian Rp 50 Juta. (manik astajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *