Pelaku
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bermaksud mencari penghasilan tambahan, tukad pijat terdakwa Supriyanto alias Supri (32) akhirnya dihukum selama enam tahun dalam sidang di PN Denpasar, Kamis (6/12).

Pasalnya, terdakwa mencari uang tambahan dengan cara melawan hukum. Yakni menjual narkoba. Selain dihukum enam tahun, majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day juga menghukum terdakwa dengan pidana denda Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan
Dalam amar putusanya, majelis hakim menyatakan  terdakwa terbukti menguasai tiga paket sabu-sabu seberat 1,38 gram.

Baca juga:  Cegah Penyebaran COVID-19, Satgas Peguyangan Kangin Amankan 4 Pria Berkumpul dan Minum Miras

Terdakwa Supriyanto alias Supri  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika berupa memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman. Terdakwa kemudian dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang kos di Jalan Gunung Atena, Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat, ini langsung menerima. Sedangkan JPU Putu Oka Surya Atmaja mengatakan pikir-pikir.

Baca juga:  1.500 Bibit Pohon Ditanam di Hilir Pura Pekendungan

Putusan itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelum jaksa dari Kejari Denpasar ini menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 800 juta, subsider 6 bulan kurungan. (miasa/balipost)

BAGIKAN