Pitching Battle di Denpasar, Kamis (5/11). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan solusi digital mampu menjawab isu sosial dan lingkungan. Salah satunya solusi yang dihadirkan technopreneur lokal Bali, Drillo.

Drillo menghadirkan platform persiapan ujian berbasis asesmen dan AI yang membantu siswa mengidentifikasi kebutuhan belajar serta memperoleh rekomendasi latihan yang lebih personal.

Technopreneur ini berhasil meraih kesempatan fast track untuk langsung masuk dalam jajaran 20 besar technopreneurs NextDev ke-12. Pencapaian ini menjadi salah satu hasil dari rangkaian Pitching Battle di Denpasar, Kamis (5/11), sekaligus menunjukkan potensi inovasi digital dari Bali dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi AI, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam pitching battle, ada 2 technopreneur yang berhasil mencuri perhatian, yaitu Tripbone dan CABE Akademi. Tripbone menawarkan platform berbasis AI untuk membantu pelaku usaha pariwisata lokal mengelola pemesanan dan operasional bisnis secara digital. Sementara itu, CABE Akademi mengembangkan platform pelatihan dan penyaluran talenta digital yang menghubungkan sekolah, kampus, UMKM, dan industri melalui pembelajaran berbasis proyek nyata.

Baca juga:  Hundreds Kilometers of Beach Suffer Abrasion in Karangasem

Perwakilan Drillo.id, Syifa, mengaku sangat bersyukur dan antusias mendapat kesempatan melaju ke tahap berikutnya. “Melalui Drillo, kami ingin menghadirkan solusi pendidikan berbasis AI yang tidak hanya menyediakan latihan soal, tetapi juga membantu siswa dan sekolah menganalisis hasil ujian untuk mengetahui kemampuan yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Saat ini, Drillo telah bekerja sama dengan delapan sekolah di Bali dan menjangkau lebih dari 1.900 siswa. “Kami berharap melalui NextDev, inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan,” kata Syifa.

General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra, Ricky Erickson Panggabean, menyatakan, NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata. Sebagai impact incubator, NextDev akan mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel.

Baca juga:  Mount Agung Activity Increases, No Indication of Large Eruption

Dari data yang dipaparkan, pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia tercatat menurun 94,8% sepanjang 2021–2025. Selain itu, Indonesia baru memperoleh sekitar 4% dari pendanaan AI di Asia Tenggara.

Program ini berupaya mendukung pemanfaatan AI oleh technopreneurs lokal agar dapat ditopang dengan fundamental bisnis yang kuat, pemahaman pasar, dan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

NextDev ke-12 terdiri atas tiga tahap, yaitu Scouting, Academy, dan Summit. Sejak tahap Scouting, kurasi akan memprioritaskan solusi yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi AI.

Sebanyak 20 technopreneurs terpilih akan mengikuti validasi dan pitching sebelum diseleksi menjadi 10 peserta NextDev Academy. Mereka akan memperoleh pendampingan dari mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan operasional, dan menciptakan nilai tambah melalui AI.

Mengusung tema “AI-Powered Innovations,” NextDev tahun ini memprioritaskan para technopreneur yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi artificial intelligence (AI) untuk menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Baca juga:  Beji Paluh Park Becomes A New Spiritual Tourist Destination

Tahun ini, Roadshow NextDev di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta menghadirkan Pitching Battle. Technopreneurs lokal yang lolos kurasi awal dapat mempresentasikan solusinya di hadapan panel juri untuk memperoleh masukan, eksposur, dan peluang seleksi nasional.

Alumni NextDev ke-11 sekaligus Founder AsesAi, I Putu Cikal Taruna, mengaku memperoleh pengalaman berharga dalam memperluas relasi, mendapatkan wawasan dari para mentor, serta memperkuat bisnis, baik dari sisi teknologi maupun pemasaran. “Penting untuk memiliki visi yang jelas, membuktikan perkembangan bisnis melalui traction yang nyata, serta terbuka terhadap perubahan dan masukan agar bisnis dapat terus berkembang.”

Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor. Para alumninya terus berkembang melalui akselerasi dan kolaborasi, termasuk di bidang pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi, dan gim digital. (kmb/balipost)

BAGIKAN