Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat meninjau proses penataan Pasar Anyar dan infrastruktur pengendali banjir, Jumat (6/11). (BP/istimewa)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan penataan kawasan perkotaan guna mewujudkan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (6/11), turun langsung meninjau progres penataan kawasan Pasar Anyar, Singaraja, sekaligus memastikan pembenahan infrastruktur pendukung berjalan sesuai rencana.

Dalam peninjauan tersebut, bupati didampingi jajaran terkait menyusuri sejumlah titik, mulai dari kantong parkir, blok pasar basah, hingga pelataran dalam pasar. Selain memantau progres pekerjaan, Bupati juga berdialog dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan penataan zonasi berjalan dengan baik.

Penataan kawasan Pasar Anyar dilakukan sebagai upaya mengatasi kesemrawutan lalu lintas dan penumpukan lapak di bahu jalan. Kondisi tersebut selama ini berdampak terhadap kenyamanan pengunjung maupun kelancaran aktivitas perdagangan.

Bupati Sutjidra menegaskan, penataan pasar tidak semata-mata menyangkut pembenahan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat dan memberikan manfaat bagi pedagang.

Baca juga:  Tanaman Kakao Diserang Hama, Harga Anjlok Petani Menjerit

“Pasar Anyar adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Penataan ini murni untuk menciptakan ekosistem pasar yang sehat. Jika pasarnya tertata rapi dan sirkulasi lalu lintas lancar, pembeli akan nyaman. Ujung-ujungnya, yang merasakan peningkatan omzet adalah pedagang itu sendiri,” tegasnya.

Selain penataan pasar, Pemkab Buleleng juga memprioritaskan pembenahan infrastruktur untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim penghujan. Penataan terintegrasi tersebut menyasar sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Tasbih, Jalan Anggrek, dan Jalan Angsana.

Pekerjaan difokuskan pada pembuatan sodetan dan pelebaran saluran drainase guna memperlancar aliran air. Proyek di kawasan Jalan Tasbih ditargetkan rampung pada 17 Desember 2026. Sementara itu, pekerjaan di kawasan Jalan Diponegoro telah mencapai progres sekitar 60 persen.

Baca juga:  Beautifikasi Jelang KTT G20, Taman Ditata hingga Trotoar Disiapkan bagi Disabilitas

Terkait dinamika penolakan penataan di lapangan, Bupati Sutjidra menyebut hal tersebut menjadi tantangan yang harus diselesaikan melalui pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat. Ia menegaskan, penataan tetap mengacu pada peraturan daerah (Perda) dan bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya.

Khusus di Jalan Tasbih, Bupati memastikan pedagang tidak dipindahkan, melainkan ditata melalui pengaturan waktu berjualan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan fungsi jalur pedestrian bagi pejalan kaki.

“Penataan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus memberikan edukasi bahwa fasilitas umum (fasum) adalah milik masyarakat luas. Terkait penolakan di Jalan Tasbih, penataan berlandaskan Perda akan terus berjalan. Perlu ditegaskan, setelah proyek ini selesai, para pedagang di Jalan Tasbih bukan dipindahkan, melainkan ditata. Mereka tetap boleh berjualan, namun waktunya diatur dan tidak boleh 24 jam penuh. Dengan begitu, jalur pedestrian bisa dikembalikan fungsinya untuk pejalan kaki dan dinikmati masyarakat luas,” jelasnya.

Baca juga:  Panel Air Mancur Catur Muka Terdampak Penataan, DLHK Dorong Segera Dipasang Cegah Kerusakan

Ia juga mengingatkan para pedagang agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku sehingga aktivitas perdagangan tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan kawasan perkotaan. “Silakan berjualan, tetapi harus taat aturan agar wajah kota tidak kumuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, penataan wajah Kota Singaraja juga mencakup pembenahan estetika kawasan, termasuk kabel-kabel utilitas yang selama ini terlihat semrawut. Pembenahan tersebut akan dilakukan secara bertahap agar kawasan perkotaan semakin tertata.

“Kita tata pelan-pelan agar wajah Kota Singaraja ke depan lebih rapi, terasa humanis, ramah, dan bersih,” imbuhnya. (Yudha/balipost)

BAGIKAN