Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana yang dipimpin Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan 446 personel gabungan dari berbagai unsur. Ratusan personel tersebut disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir rob, hingga abrasi di sejumlah wilayah Bali.

Kesiapan personel tersebut ditandai dengan Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana yang dipimpin Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11). Apel melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta tenaga kesehatan.

Selain 446 personel, sebanyak 42 unit kendaraan dan sarana pendukung juga disiapkan untuk menunjang operasi penanganan bencana. Seluruh kekuatan tersebut diharapkan dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat di wilayah Bali.

Dalam amanatnya, Giri Prasta mengingatkan bahwa Bali tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali selama November.

Baca juga:  Bali Diizinkan Kirim Babi Keluar, Ini Sejumlah Persyaratannya

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi. Terlebih, cuaca ekstrem dapat berubah dengan cepat sehingga membutuhkan kesiapan seluruh unsur terkait.

Menurut Giri Prasta, kesiapsiagaan bencana menjadi kebutuhan penting bagi Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. Sebab, dampak bencana tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian dan citra pariwisata Bali di mata dunia.

“Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Ia menekankan, kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah personel dan ketersediaan peralatan. Kesiapan fisik, mental, serta kemampuan setiap unsur dalam merespons situasi darurat juga harus menjadi perhatian.

Karena itu, seluruh kendaraan dan peralatan operasional diminta dipastikan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan. Dengan demikian, apabila terjadi bencana, pengerahan personel dan penanganan di lapangan tidak mengalami hambatan.

Giri Prasta juga meminta koordinasi dan komunikasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah hingga desa adat. Mekanisme koordinasi dan komando penanganan harus dibangun secara jelas agar pengerahan personel, peralatan, serta bantuan kepada masyarakat dapat berjalan cepat dan efektif.

Baca juga:  BPBD Minta Masyarakat Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Selain itu, pemantauan informasi dan sistem peringatan dini BMKG perlu dioptimalkan, khususnya pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Edukasi kepada masyarakat juga harus ditingkatkan agar warga memahami potensi ancaman dan langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

“Utamakan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri. Tingkatkan edukasi kepada masyarakat, berikan informasi yang akurat, serta laporkan setiap perkembangan secara berjenjang,” pesannya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menegaskan bahwa upaya perlindungan masyarakat dan alam dari ancaman bencana merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama karena dampak bencana dapat diminimalkan melalui perencanaan matang, kesiapan sumber daya, dan sinergi seluruh pihak.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Polda Bali, Kodam IX/Udayana, BPBD, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penguatan kesiapsiagaan bencana di Bali.

Baca juga:  Cegah Banjir Bandang Terulang, Gubernur Koster Moratorium Alih Fungsi Lahan Produktif

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kehadiran kita di sini merupakan bukti bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tugas bersama,” ujarnya.

Giri Prasta mengajak seluruh personel mengedepankan semangat menyama braya atau kebersamaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia mengingatkan pentingnya membangun kesiapan sebelum bencana, bergerak cepat ketika bencana terjadi, serta bersama-sama melakukan pemulihan setelah bencana.

“Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana. Jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata, demi Bali yang aman, nyaman, dan lestari,” tutupnya.

Usai apel, Giri Prasta bersama Kapolda Bali Brigjen Pol Pasma Royce dan Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana meninjau kesiapan pasukan serta sarana dan prasarana pendukung. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan operasional siap mendukung upaya antisipasi maupun penanganan bencana di wilayah Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN