Kegiatan peringatan hari gugurnya Kapten Mudita yang ke-78 di Tugu Pahlawan Penglipuran, Kamis (20/11/2025). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli masih menanti kepastian dari pemerintah pusat terkait usulan penetapan Kapten TNI Anak Agung Gde Anom Mudita sebagai pahlawan nasional. Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh tiap 10 November, usulan tersebut belum jelas meskipun seluruh persyaratan administratif dari daerah telah dinyatakan lengkap.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bangli, I Nengah Mustika, Rabu (4/11) mengungkapkan hingga kini pihaknya belum menerima konfirmasi maupun pemanggilan resmi dari Kemensos atas usulan yang diajukan.

Baca juga:  Pemkab Bangli Pangkas Anggaran Perdin 50 Persen

Pihaknya mengaku sempat menghubungi salah satu pejabat di Kemensos dua pekan lalu untuk menanyakan progres usulan tersebut. Saat itu pihaknya diminta menunggu karena belum ada pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat. “Karena waktu itu disuruh menunggu, kami belum dapat menanyakannya lagi,” kata Mustika.

Dia memastikan, secara administratif, seluruh dokumen dan kriteria yang disyaratkan untuk pengusulan Kapten Mudita telah dipenuhi oleh Pemkab Bangli dan dinyatakan lengkap. Oleh pemerintah pusat, direncanakan akan ada tahapan verifikasi lapangan oleh tim dari pusat sebelum penetapan.

Baca juga:  Bangli Bermaksud Buat E-Library

Namun hingga kini Mustika mengaku belum menerima informasi mengenai jadwal kunjungan tersebut. “Kalau dari persyaratan, semua sudah kami penuhi. Waktu pengajuan dulu infonya akan ada proses kunjungan lapangan, tetapi sampai sekarang belum ada,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bangli sangat berharap Kementerian Sosial dapat segera memberikan kejelasan dan mempercepat proses peninjauan ke lapangan. Penganugerahan gelar pahlawan kepada Kapten Mudita diharapkan dapat segera terwujud.

Baca juga:  Libur Lebaran, Delapan Maskapai Ajukan 724 Penerbangan Ekstra

Sebagaimana yang diketahui Kapten A.A. Gde Anom Mudita merupakan tokoh pejuang kemerdekaan asal Bangli. Kapten Mudita gugur dalam pertempuran melawan penjajah pada 20 November 1947 di Desa Penglipuran Bangli.

Kapten Anom Mudita telah diusulkan menjadi pahlawan nasional sejak kepemimpinan Bupati Bangli I Made Gianyar. Pejuang asal Puri Kilian itu dinilai sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional karena jasa-jasanya yang telah dilakukan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN