
BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Desa Siakin berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli segera merealisasikan pembangunan bak penampungan di sumber mata air Sambongan. Pembangunan bak ini dinilai menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan air bersih tahunan yang dialami warga Banjar Siakin setiap musim kemarau.
Perbekel Siakin, I Gede Disi, menjelaskan bahwa keberadaan bak penampungan langsung di titik sumber air sangat dibutuhkan. Pasalnya, jaringan pipa yang mengalirkan air dari mata air Sambongan berulang kali dirusak dan dipotong oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Termasuk pipa bantuan pemkab tahun 2025 yang juga dirusak beberapa waktu lalu. “Itu solusi dari kehutanan pembuatan bak pembagi di sumber air,” ujarnya belum lama ini.
Gede Disi menambahkan, pemerintah kabupaten sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa pembangunan bak tersebut bakal direalisasikan pada tahun ini. Bahkan, tim teknis dari dinas terkait sudah sempat turun ke lokasi untuk melakukan survey lapangan.
“Dua minggu lalu sempat WA dinas terkait, katanya sudah masuk tahap perencanaan. Petugas juga sudah sempat survey ke lokasi. Kami sangat berharap bisa direalisasikan tahun ini,” jelasnya.
Menurutnya jika bak penampungan di mata air Sambongan berhasil terbangun, permasalahan kekurangan air bersih di Banjar Siakin utamanya saat Kemarau dipastikan dapat teratasi.
Selain pembangunan bak, Pemerintah Desa Siakin juga berharap Pemkab Bangli memberikan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung seperti pipa jaringan. Selama ini untuk mengalirkan air dari sumber ke bak desa, saat ini kami masih meminjam pipa milik kelompok masyarakat karena belum ada bantuan dari Pemkab.
‘Dengan adanya pengurangan dana desa, dan alokasi dana desa (ADD) saat ini, kami di desa tidak bisa berbuat banyak untuk membangun sarpras,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma, belum bisa dikonfirmasi terkait rencana realisasi pembangunan bak di sumber mata air Sambongan tersebut. (Dayu Swasrina/balipost)









