
AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Karangasem mengalami peningkatan. Atas kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Karangasem menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit influenza tersebut dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama mengungkapkan, influenza menjadi salah satu penyakit yang terus dipantau karena berpotensi mengalami peningkatan penularan, terutama ketika terjadi perubahan jumlah kasus dari minggu ke minggu. “Influenza ini merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Ini menjadi perhatian karena terjadi peningkatan penyebaran di sejumlah daerah,” ujarnya belum lama ini.
Pertama mengatakan, kasus ISPA yang erat kaitannya dengan infeksi virus influenza masih berada pada peringkat teratas dalam pemantauan penyakit mingguan. Pada minggu ke-37 tercatat sebanyak 16 kasus, kemudian meningkat menjadi 18 kasus pada minggu ke-38. Meski peningkatannya belum setinggi sejumlah daerah lain, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian.
“Kita sudah melakukan surveilans secara ketat untuk mengetahui perkembangan kasus dari waktu ke waktu. Bahkan, setiap minggu kami monitor. Kalau mulai ada peningkatan, kami lakukan verifikasi dan pemantauan. Ini kami lakukan karena penyakit yang berpotensi menjadi wabah harus terus dipantau,” jelasnya.
Dia menjelaskan, influenza pada umumnya menimbulkan gejala yang cukup umum dan kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Gejalanya antara lain pilek, batuk, sakit tenggorokan dan demam. Namun, pada kondisi tertentu, influenza dapat berkembang menjadi lebih berat dan menyebabkan gangguan pernapasan atau sesak.
“Kelompok masyarakat yang rentan diminta lebih waspada. Diantaranya bayi, ibu hamil, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu. Kalau gejalanya ringan, masyarakat bisa beristirahat dan menjaga kondisi tubuh. Tetapi apabila gejala menetap atau semakin berat, sebaiknya segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencegah penyebaran ISPA tersebut, masyarakat dihimbau untuk penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena PHBS menjadi salah satu langkah penting untuk menekan penularan. “Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer ketika diperlukan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala penyakit pernapasan,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)










