
DENPASAR, BALIPOST.com – Terhadap penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di Tonja pada 8 Oktober lalu, sempat dilakukan perawatan di RSUD Wangaya, sebelum akhirnya diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Denpasar.
Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, A.A. Ayu Dewi Purnami, Senin (12/10) mengatakan, bayi tersebut dibawa ke rumah sakit oleh pecalang setelah ditemukan di kawasan Tonja. “Kondisinya bayi baru lahir laki-laki dengan berat badan 2.600 gram,” ujarnya.
Bayi kemudian diserahkan di Dinsos pada Senin pagi setelah mendapatkan penanganan di RSUD Wangaya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty mengatakan, bayi tersebut ditemukan di depan Gang Subali, Jalan Gatot Subroto Timur, Desa Adat Tonja, Kecamatan Denpasar Utara. Saat ditemukan bayi ada di dalam kardus dalam kondisi tali pusar masih menempel. “Bayi ini ditelantarkan di Tonja. Jam setengah 2 pagi, subuh, dilihat salah satu pecalang di Kelurahan Tonja di dekat pura. Langsung dibawa ke RSUD Wangaya,” katanya.
Pada Jumat pagi, Dinsos Denpasar pun melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Wangaya. Sambil menunggu penyelidikan pihak kepolisian, bayi tersebut pun dirawat di RSUD Wangaya hingga kemudian diserahkan ke Dinsos pada Senin pagi. “Sekarang bayi itu kondisinya sudah baik. Beratnya 2,6 kg menuju 2,7 kg. Sudah dites tidak HIV, kesehatan bagus juga,” paparnya.
Selain itu, tali pusar bayi tersebut juga sudah lepas. Setelah diserahkan ke Dinsos Denpasar, bayi tersebut kemudian diserahkan ke Dinsos Bali.
Dari Dinsos Bali kemudian menitipkannya ke Yayasan Meta Mama Magha. Hal tersebut bertujuan agar bayi mendapatkan perawatan yang tepat. “Jika nanti ada yang ingin mengadopsi, bisa sesuai prosedur yang telah ditentukan,” paparnya.
Terkait kejadian ini, pihaknya pun meminta agar tak ada lagi kasus penelantaran bayi. “Tentu kami meminta dengan tegas, stop membuang atau menelantarkan bayi. Syukur bayi itu selamat,” katanya. (Widiastuti/balipost)










