
SINGARAJA, BALIPOST.com – Keberadaan monyet liar di wilayah Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, kembali meresahkan. Seekor monyet menyerang seorang siswa SDN 2 Wanagiri saat hendak menuju toilet hingga mengalami luka gigitan pada bagian tangan.
Korban berinisial GKMW siswa SDN 2 Wanagiri. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (7/10).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Buleleng, saat korban hendak pergi ke toilet, tiba-tiba seekor monyet datang dan menyerangnya. Korban kemudian mengalami luka pada tangan dan pinggang akibat gigitan monyet.
Perbekel Wanagiri, I Made Suparanton, sebelumnya mengatakan populasi monyet di wilayah tersebut belakangan semakin meningkat. Keberadaan satwa tersebut bahkan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga disebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas.
“Dari dulu memang sudah sering rusuh dan merusak. Kalau ada orang sembahyang juga kadang diganggu. Namun, sebelumnya tidak pernah sampai menggigit. Sekarang sudah ada warga, termasuk siswa, yang menjadi korban,” ujarnya.
Menurut Suparanton, Pemdes Wanagiri sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta yayasan yang bergerak di bidang satwa untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.
Salah satu langkah yang pernah dibahas adalah pengendalian populasi agar jumlah monyet tidak terus bertambah. Sebab, keberadaan monyet saat ini dinilai semakin meluas dan memasuki sejumlah fasilitas umum.
Di kantor desa, misalnya, monyet disebut kerap masuk melalui plafon. Kondisi serupa juga pernah terjadi di SDN 2 Wanagiri sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar. Sekolah tersebut bahkan sempat mendapat bantuan untuk memperbaiki bagian atap yang mengalami kerusakan.
“Jumlahnya sekarang lumayan banyak. Populasinya meningkat. Kami berharap pihak terkait, terutama BKSDA dan pihak yang peduli terhadap satwa, bisa memberikan solusi,” katanya.
Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk mengurangi gangguan monyet. Relawan Destana Desa Wanagiri bersama komite sekolah dan wali murid sebelumnya bergotong royong membersihkan semak-semak di sekitar SDN 2 Wanagiri yang dinilai dapat menjadi tempat persembunyian monyet.
“Pembersihan serupa juga dilakukan di sekitar kantor desa. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan karena keberadaan monyet masih ditemukan di sekitar fasilitas umum,” imbuh Suparanton. (Nyoman Yudha/balipost)










