Ilustrasi pendataan Perlinsos. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendataan Perlindungan Jaminan Sosial (Perlinsos) di Denpasar untuk desil 1 sampai dengan 5 sudah mencapai 100 persen. Pendataan pun berlanjut ke seluruh KK di Denpasar sebagai upaya memverifikasi data faktual perlindungan sosial.

Kepala Bidang Jaminan dan Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ketut Sudiatmika, saat diwawancarai, Senin (28/9) mengatakan, sebanyak 28.952 KK yang masuk desil 1-5 sudah ditata. Sehingga cakupan sudah mencapai 100 persen.

Baca juga:  Lagi, Bupati Suwirta Temukan Penerima BLT Salah Sasaran

Adapun 28.952 KK yang masuk desil 1-5 tersebut tersebut tersebar di masing-masing kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Denpasar Barat sebanyak 7.940 KK, Denpasar Selatan sebanyak 6.296 KK, Denpasar Timur 5.610 KK dan Denpasar Utara 9.105 KK.

Sudiatmika mengatakan, pendataan Perlinsos berlanjut ke seluruh KK di Denpasar. “Awalnya Perlinsos ini kan kita mendata warga yang masuk desil 1-5 untuk penyaluran bantuan tepat sasaran. Kemudian ada kebijakan dari Gubernur Bali untuk melakukan pendataan kepada semua KK, sehingga 186 ribu KK di Denpasar itulah ditracking. Kalau untuk yang desil 1-5 sudah selesai,” katanya.

Baca juga:  Kapal KMP Mutiara Timur 1 Kepulkan Asap, Ini Disebut Sumbernya

Disinggung terkait adanya ketidaksesuaian desil dengan kondisi di lapangan, Sudiatmika mengatakan, ketidaksesuaian tersebut telah diusulkan yang akan disesuaikan kembali. Dia menekankan, pihaknya melakukan pendataan lapangan berdasarkan data desil dari pusat. Jika ada fakta di lapangan ada yang tidak sesui telah dilakukan usulan. “Misalnya seperti kemarin ada yang difabel ternyata desilnya tinggi. Kita usulkan dan kita tetap data kita masukan penjelasan bahwa itu difabel,” ujarnya.

Baca juga:  Jatuh dengan Motornya ke Sungai Tuyung, WN Rusia Tewas

Menurutnya perubahan desil bisa akan terjadi sesuai kondisi di lapangan. Data yang input itu bepotensi layak mendapatkan bantuan, kemungkinan bisa berubah kalau ekonominya berubah “Misalnya yang sebelumnya anaknya belum bekerja dan sekarang ternyata sudah, kan sudah memiliki penghasilan. Bisa desil ya berubah,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN